BerandaHukumMengenal Sosok Mayjen TNI Faridah Faisal: Srikandi Tangguh Penjaga Peradilan Militer

Mengenal Sosok Mayjen TNI Faridah Faisal: Srikandi Tangguh Penjaga Peradilan Militer

Ia berdiri di garda depan memastikan bahwa tidak ada satu pun prajurit yang kebal hukum, dan setiap pihak yang berperkara mendapatkan perlakuan yang setara dan berkeadilan.

Di tengah dinamika pembaharuan dan kemajuan yang terus melandasi tubuh Tentara Nasional Indonesia (TNI), sejarah terukir indah lewat langkah tegas seorang perempuan tangguh. Mayor Jenderal TNI Faridah Faisal, S.H., M.H., yang telah dipercaya mengemban amanah mulia sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama terhitung mulai tanggal 9 Februari 2026 .

Penunjukan ini bukan sekadar peristiwa mutasi jabatan biasa, melainkan sebuah tonggak bersejarah yang menegaskan bahwa profesionalisme, integritas, dan dedikasi tinggi mampu mengantar siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin, menuju puncak tangga pengabdian tertinggi bagi bangsa dan negara.

Ia kini berdiri tegak sebagai pemimpin tertinggi di ranah peradilan militer, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa perempuan Indonesia memiliki ruang luas dan kemampuan setara dalam menjaga tegaknya hukum dan keadilan, bahkan di lingkungan yang penuh disiplin dan tantangan seperti militer.

Lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 23 Juni 1968, dan tumbuh besar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Faridah Faisal menempuh perjalanan hidup yang membentuknya menjadi sosok yang cerdas, berkarakter kuat, dan berpegang teguh pada prinsip .

Pendidikan dasarnya diselesaikannya di SDN 1 Wua-Wua, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kendari dan SMA Negeri 1 Kendari, tempat ia mulai menampakkan ketekunan dan kecerdasan yang menonjol. Cita-cita dan ketertarikannya pada dunia hukum membawanya meraih gelar Sarjana Hukum dari Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin pada tahun 1991. Kemudian ia melengkapi kualifikasi akademisnya dengan Magister Hukum dari perguruan tinggi yang sama pada tahun 2011, membangun landasan keilmuan yang kokoh dan mendalam sepanjang kariernya.

Langkah kakinya memasuki dunia militer dimulai pada tahun 1992, saat ia lulus dari Sekolah Perwira Militer Wajib, atau yang lebih dikenal sebagai Sepamilwa, dan langsung menetapkan hati serta tekad untuk mengabdikan diri di Kecabangan Korps Hukum (Chk) TNI Angkatan Darat. Kecabangan ini memiliki peran sangat vital, yakni mencetak dan menempatkan para ahli hukum, jaksa, hingga hakim militer yang tidak hanya menguasai ketentuan hukum, namun juga memahami jiwa dan semangat keprajuritan.

Di sinilah bibit-bibit pemimpin penegak hukum ditempa, dan Faridah adalah salah satu yang tumbuh paling menonjol. Sejak hari-hari awal pengabdiannya, ia dikenal sebagai sosok yang teliti, tegas, namun tetap manusiawi, selalu berpegang pada kebenaran dan aturan yang berlaku. Tidak sekadar menjalankan tugas, ia senantiasa berusaha memahami hakikat hukum sebagai sarana untuk menegakkan ketertiban, keadilan, dan kehormatan institusi militer sebagai garda terdepan pertahanan negara.

Perjalanan kariernya menanjak, berliku dan penuh perjuangan, melalui serangkaian penugasan strategis yang mematangkan kapasitas kepemimpinan dan keahlian hukumnya.

Ia pernah memegang jabatan penting sebagai Kepala Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Kepala Pengadilan Militer III-16 Makassar, Kepala Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya, hingga Kepala Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, jabatan-jabatan yang menuntut ketajaman analisis hukum, kebijaksanaan dalam mengambil keputusan, serta kemampuan mengelola organisasi di berbagai wilayah Indonesia.

Pada tanggal 7 Februari 2024, ia dipercaya menjadi Anggota Pokkimiltama di lingkungan Mahkamah Agung RI, sebuah posisi yang menempatkannya berkontribusi langsung dalam penyempurnaan kebijakan dan panduan teknis peradilan militer secara nasional .

Pengalaman berharga ini kemudian mengantarnya menjabat Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama pada 27 Mei 2025, kedudukan yang menjadi jembatan krusial sebelum akhirnya dipercaya memimpin lembaga tersebut sepenuhnya.

Setiap jabatan yang diembannya ia jalani dengan dedikasi tanpa batas, menjaga rekam jejak yang bersih, dan senantiasa meningkatkan kompetensi diri, hingga akhirnya kepercayaan tertinggi itu pun datang.

Dilantik secara resmi oleh Ketua Mahkamah Agung RI, jabatan Kepala Pengadilan Militer Utama yang kini dipegangnya membawa tanggung jawab luar biasa besar dan mulia . Di bawah kepemimpinannya, lembaga ini memegang peran sentral sebagai puncak hierarki peradilan militer di Indonesia, dengan tugas utama mengawasi dan menjamin agar seluruh proses penegakan hukum di lingkungan TNI berjalan transparan, adil, tegas, dan selaras sepenuhnya dengan hukum acara serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Mayjen TNI Faridah Faisal bertanggung jawab penuh atas pembinaan teknis yustisial, pengawasan penyelenggaraan persidangan, serta pengelolaan administrasi di seluruh jajaran pengadilan militer, mulai dari tingkat pengadilan militer, pengadilan militer tinggi, hingga pengadilan militer pertempuran di seluruh wilayah Indonesia.

Ia berdiri di garda depan memastikan bahwa tidak ada satu pun prajurit yang kebal hukum, dan setiap pihak yang berperkara mendapatkan perlakuan yang setara dan berkeadilan.

Keunggulan Mayjen TNI Faridah Faisal terletak pada perpaduan harmonis antara bekal ilmu hukum akademis yang mendalam dan kekayaan pengalaman praktis di lapangan. Sebagai sosok yang memegang gelar Sarjana dan Magister Hukum, ia tidak hanya memahami isi pasal demi pasal, tetapi juga mampu menafsirkan makna di baliknya, menyeimbangkan kepentingan hukum dengan nilai-nilai kejuangan dan disiplin militer.

Gaya kepemimpinannya dikenal mengutamakan integritas, ketelitian, dan keterbukaan, namun tetap teguh menjaga wibawa institusi. Di bawah arahannya, Pengadilan Militer Utama terus berupaya meningkatkan kredibilitas, akuntabilitas, dan mutu pelayanan hukum, menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman serta tuntutan masyarakat akan peradilan yang bersih dan berkeadilan.

Lebih dari sekadar pemimpin lembaga, Mayjen TNI Faridah Faisal telah menjelma menjadi sumber inspirasi nyata, khususnya bagi kaum perempuan dan generasi muda bangsa. Kiprahnya membuktikan bahwa di era modern ini, batasan-batasan lama telah runtuh; kemampuan, kerja keras, integritas, dan dedikasi adalah ukuran sejati kemampuan seseorang.

Ia menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu berdiri sejajar, tetapi juga memimpin dan membawa perubahan positif di sektor-sektor strategis, termasuk di dunia militer yang identik dengan ketangguhan fisik dan disiplin tinggi.

Kisah hidup dan karier gemilangnya mengajarkan bahwa cita-cita besar dapat diraih dengan ketekunan, kesetiaan pada tugas, dan keberanian untuk melangkah melampaui apa yang dianggap biasa.

Kini, dengan pangkat Mayor Jenderal dan amanah besar yang tergantung di bahunya, Faridah Faisal terus melangkah tegas. Ia adalah simbol bahwa penegakan hukum di Indonesia tidak mengenal diskriminasi, dan bahwa di balik seragam militer yang gagah, terdapat sosok-sosok tangguh, termasuk para srikandi, yang siap menjaga agar keadilan senantiasa tegak di tengah jajaran Tentara Nasional Indonesia.

Namanya tercatat dalam sejarah sebagai perempuan pertama yang memimpin Pengadilan Militer Utama, sebuah prestasi yang bukan menjadi tujuan akhir, melainkan semangat baru untuk terus mengabdi, mengawal kebenaran, dan memastikan bahwa hukum tetap menjadi tiang utama yang menopang kekuatan dan kehormatan tentara kita tercinta.(*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER