Banda Aceh (Waspada Aceh) – Anggota DPRK Banda Aceh yang juga Politisi Partai Demokrat, Zulkasmi, melontarkan kritik tajam terhadap minimarket yang tetap beroperasi dan mempekerjakan karyawan pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri.
Ia menilai, praktik tersebut tidak mencerminkan penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan dan budaya masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi momen silaturahmi saat Lebaran.
“Ini hari besar umat Islam. Tidak pantas jika masih ada minimarket yang memaksa karyawan bekerja di hari pertama Lebaran,” tegas Zulkasmi, di Banda Aceh, Jumat (20/3-2026).
Menurutnya, hari raya pertama, termasuk hari-hari setelahnya seperti hari tasyrik, adalah waktu yang seharusnya dimanfaatkan karyawan untuk bersilaturahmi, bermaaf-maafan, dan berkumpul bersama keluarga.
Zulkasmi menegaskan, kepentingan bisnis tidak boleh mengalahkan nilai kemanusiaan dan tradisi yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.
“Jangan hanya mengejar keuntungan, tapi abaikan hak karyawan untuk merayakan hari kemenangan bersama keluarga. Ini soal kemanusiaan dan penghormatan terhadap budaya,” ujarnya dengan nada tegas.
Ia juga mendesak pemerintah daerah agar tidak tinggal diam dan segera mengeluarkan kebijakan atau imbauan resmi kepada pelaku usaha, khususnya minimarket, untuk menghentikan operasional di hari pertama Idul Fitri.
“Pemerintah harus hadir. Jangan sampai praktik seperti ini terus terjadi setiap tahun tanpa ada ketegasan,” pungkasnya.(*)



