Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh resmi menutup proses pengiriman naskah Sayembara Menulis Cerpen Piala Gubernur Aceh pada 29 April 2026.
Hingga batas akhir pengumpulan, panitia mencatat sebanyak 527 naskah cerpen diterima dari peserta yang tersebar di 23 kabupaten/kota di Aceh.
Berdasarkan data panitia, Kabupaten Bireuen menjadi daerah dengan jumlah pengirim naskah terbanyak, yakni 72 karya. Posisi berikutnya ditempati Aceh Besar dengan 62 naskah dan Pidie sebanyak 49 naskah.
Partisipasi tinggi juga datang dari Banda Aceh sebanyak 39 naskah, Aceh Utara 34 naskah, serta Aceh Selatan 30 naskah.
Sementara Aceh Tamiang menyumbang 29 naskah, Aceh Timur 27 naskah, dan Aceh Barat serta Aceh Tengah masing-masing 21 naskah.
Selain itu, Kota Langsa tercatat mengirimkan 19 naskah, Lhokseumawe 18 naskah, serta Aceh Jaya dan Nagan Raya masing-masing 13 naskah.
Adapun daerah lainnya seperti Gayo Lues mengirim 11 naskah, Bener Meriah 10 naskah, Aceh Singkil 9 naskah, Subulussalam 8 naskah, Aceh Barat Daya 7 naskah, Aceh Tenggara dan Simeulue masing-masing 6 naskah, serta Sabang 5 naskah.
Saat ini seluruh karya tengah memasuki tahap penjurian oleh dewan juri dari kalangan pegiat literasi dan sastra. Penilaian dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan objektivitas serta kualitas karya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, T. Banta Nuzullah, mengatakan tingginya partisipasi peserta menunjukkan besarnya minat literasi di kalangan generasi muda Aceh.
“Antusiasme para pemuda dalam mengikuti sayembara ini cukup besar. Kita harapkan ini menjadi salah satu sinyal positif bagi perkembangan literasi di Aceh, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang ekspresi sekaligus wadah edukasi bagi generasi muda dalam mengangkat isu kebencanaan melalui karya sastra.
Karena rupanya manusia memang lebih mudah merenung lewat cerita dibanding membaca laporan setebal bata tentang mitigasi bencana.
Sementara itu, perwakilan Dewan Juri dari Komunitas Hikayat Aceh menilai kegiatan tersebut memiliki dampak strategis dalam pengembangan literasi di Aceh.
“Event-event seperti ini seharusnya bisa menjadi agenda rutin tahunan untuk mendongkrak kemampuan literasi pemuda Aceh, khususnya dalam bidang sastra,” ungkapnya.
Dispora Aceh berharap melalui sayembara tersebut akan lahir karya-karya cerpen berkualitas yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana.
Pengumuman pemenang dijadwalkan akan disampaikan pada 21 Mei 2026 melalui media resmi panitia. (*)



