Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kapolda Aceh Marzuki Ali Basyah mengajak seluruh elemen pimpinan daerah untuk memperkuat kekompakan dan persatuan dalam membangun Aceh. Ajakan tersebut mencuat setelah beredarnya dua foto kebersamaan sejumlah elit Aceh di media sosial.
Dalam foto itu terlihat Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, Ketua DPR Aceh Zulfadhli, serta Sekretaris Daerah Aceh Muhammad Nasir Syamaun menunjukkan salam komando.
Satu foto lain memperlihatkan kebersamaan Kapolda, Ketua DPR Aceh, dan Sekda Aceh. Momen itu memicu perhatian publik terkait inisiatif di balik pertemuan tersebut.
Marzuki tidak menampik dirinya menjadi penggagas kebersamaan itu. Ia menyebut, tidak ada sekat di antara para pimpinan daerah untuk berdiskusi mengenai masa depan Aceh.
“Sebetulnya, di antara kita tidak ada sekat. Tetap bisa diskusi, membahas mengenai Aceh dan masa depan Aceh,” ujar Marzuki, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan, foto tersebut diambil di sela kegiatan pelepasan jemaah haji kloter pertama di Asrama Haji Banda Aceh, sekitar pukul 15.00 WIB, Selasa.
“Memang inisiatifnya dari saya. Itu bahasa tubuh yang berisi pesan bersama-sama membangun Aceh,” katanya.
Mualem juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung visi dan misi Pemerintah Aceh. “Mari sama-sama kita wujudkan visi dan misi Mualem-Dek Fadh, yaitu Aceh Islami, maju, sejahtera, dan berkelanjutan. Kuncinya adalah kompak dan bersatu,” ujarnya.
Sebagai Kapolda, Marzuki menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban agar program pembangunan dapat berjalan optimal.
“Saya bertugas menciptakan keamanan dan kenyamanan agar program pembangunan Pemerintah Aceh dapat berjalan dengan baik,” kata dia.
Ia menambahkan, peran eksekutif dan legislatif harus berjalan sesuai fungsi masing-masing, termasuk dalam hal legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Lebih lanjut, Marzuki meyakini Pemerintah Aceh dan DPR Aceh memiliki keseriusan dalam membangun daerah, meski dengan peran yang berbeda.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk turut mendukung serta tidak terprovokasi oleh hal-hal yang dapat mengganggu stabilitas.
“Jangan memprovokasi. Mari berjalan di alur yang benar dan berpikir positif,” kata Marzuki. (*)



