Kamis, Juli 18, 2024
Google search engine
Beranda51 Pejabat Dilantik, Adik Gubernur Tereliminasi

51 Pejabat Dilantik, Adik Gubernur Tereliminasi

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Gubernur Irwandi Yusuf menegaskan, 51 pejabat yang dilantik, Jumat (4/5/2018) merupakan hasil fit and proper test yang dilaksanakan tim independen dan dia yakin mereka bisa bekerja secara profesional. Begitu pun, bila ke depan kinerjanya tidak bagus, maka bisa segera dicopot dan diganti pejabat baru.

Selain profesional, kata Irwandi Yusuf, track record-nya juga dilihat termasuk tidak tersangkut masalah korupsi. ” Dari track record korupsi, mereka yang dilantik berada di zona hijau. Artinya rendah,” tegas Gubernur Aceh menjawab Waspada saat menggelar konprensi pers usai melantik 51 pejabat baru di lingkungan Pemerintah Aceh.

Gubernur Irwandi Yusuf memberikan selamat kepada para pejabat eselon II usai dilantik. (Foto/Aldin NL)
Gubernur Irwandi Yusuf memberikan selamat kepada para pejabat eselon II usai dilantik. (Foto/Ist)

Gubernur Irwandi didampingi Wagub Nova Iriansyah dan Sekda Aceh Dermawan, memberi penekanan khusus kepada Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) yang mengelola proyek besar dan memenuhi hajat orang banyak. Seperti jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan ULP diminta bekerja ekstra hingga bisa memenuhi kinerja yang ditargetkan.

“Kepada Kepala Dinas atau SKPA yang mengelola proyek khusus seperti bidang ke PU an dan UPL perlu pengawasan khusus,” kata Irwandi Yusuf

Adik Kandung Irwandi Tereliminasi

Tentang profesionalisme, Irwandi menyatakan, sebenarnya adik kandungnya juga ikut fit and proper test dan lolos tiga besar. Namun karena pertimbangan bahwa yang dilantik jangan dinilai KKN, maka tidak diloloskan.

Seperti diketahui adik kandung gubernur, yakni Marwadi Yusuf, lolos tiga besar pada jabatan Staf Ahli Gubernur Bid.Perekonomian Keuangan dan Pembangunan. Namun saat pelantikan kemarin tidak ada namanya. Justru orang lain yang dilantik, yakni Iskandar Syukri. Marwadi Yusuf bisa disebut sebagai tereliminasi.

Padahal Marwadi Yusuf termasuk pejabat yang berprestasi. Sebelumnya dia pernah menjabat Kepala Badan Keuangan Daerah Aceh Utara, dan membawa kabupaten tersebut mendapatkan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) untuk pertama kali.

Kecuali bebas KKN, Gubernur Irwandi juga menyatakan, para pembantunya yang dilantik tidak melihat keterwakilan wilayah. ” Ini benar benar profesional,” ujar suami Darwati A Gani itu.

Bagian lain, gubernur menyebutkan ada sejumlah pejabat belum dilantik seperti Dinas Pengelolaan Keuangan Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dinas Registrasi Penduduk dan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRA yang pada gelombang kedua mutasi jabatan kemarin belum dilantik akibat pertimbangan tertentu. ” Belum, belum, ada pertimbangan tertentu,” kata Irwandi tanpa memberi alasan konkrit.

Wajah Baru

Dari 51 pejabat eselon II yang dilantik terdapat mayoritas atau sebanyak 39 orang wajah baru. Sedangkan 12 orang diantaranya masih wajah lama. Wajah lama yang masih bertahan di kabinet Irwandi-Nova antara lain, Asisten II dan III Setda Aceh, Kepala Bappeda Aceh, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Kesbangpol dan Satpol PP.

Nama Pejabat yang Dilantik

51 Kepala SKPA yang dilantik tersebut adalah, M Jafar, Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan, Taqwallah, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kamaruddin Andalah, Asisten Administrasi Umum.

Selanjutnya, staf ahli gubernur yang dilantik adalah, Rahmat Fitri, Iskandar Syukri dan Iskandar. Kepala Bappeda, Azhari Hasan kembali dilantik pada posisi yang sama, Kepala Inspektur Aceh dijabat Zulkifli, Kepala Badan Kepegawaian Aceh, Jalaluddin dan Kepala BPSDM, Mahyuzar.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin yang sebelumnya merupakan Kadis Pendidikan Kota Banda Aceh. Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan, Hanif, Kepala Kesbangpol, Mahdi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Fajri. Sedangkan Kepala Dinas Pengairan, Mawardi.

Kemudian Kadis Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk, Helvizar Ibrahim, Kadis Pangan, Ilyas, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Syahrial. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong, dijabat Bukhari, Kepala Dinas Perhubungan, Junaidi. Selanjutnya, Kadis komunikasi, informatika dan Persandian, Marwan Nusuf, Kadis peternakan, Rahmandi, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Wildan, .

Selajutnya, Kadis Energi dan Sumberdaya Mineral, Mahdinur, Kadis Syariat Islam, EMK Alidar, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Usamah, Kadispora, Darmansyah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Neni Ariyani.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Aulia Sofyan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, T.Mirzuan, Kepala Sekretariat Wali Nanggroe, Syaiba Ibrahim dan Kepala Satpol PP dan WH, Dedi Yuswadi.

Selanjutnya, Direktur RSUZA, Azharudin, Direktur Rumah Sakit Jiwa, Makhrozal, Direktur RSIA, Nyak Rinda, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Muhammad Iswanto, Kepala Sekretariat BRA, Murni, Kepala Biro Tata Pemerintahan, Syakir, Kepala Biro Hukum, Amrizal J Prang, Kepala Biro Keistimewaan, Zahrol Fajri, Kepala Biro Administrasi, Sunawardi, Kepala Biro Organisasi, Daniel Arca, Kepala Biro Humas dan Protokoler, Rahmat, Kepala Biro Umum, Akmil Husin. Sedangkan Wakil Direktur RSUZA, masing masing dijabat, Fakhrul Rizal, Muhazar, Rusdi Andid, dan Endang Mutiawati. (Hendro/ B01)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER