BerandaAceh281 Ribu Anak di Aceh Belum Pernah Diimunisasi dalam 5 Tahun Terakhir

281 Ribu Anak di Aceh Belum Pernah Diimunisasi dalam 5 Tahun Terakhir

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dinas Kesehatan Aceh mencatat sebanyak 281.000 anak di provinsi tersebut belum pernah menerima imunisasi sama sekali atau zero dose dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sejak 2021 hingga 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh, dr.Iman Murahman, mengatakan anak-anak dalam kelompok tersebut sangat rentan terhadap penyakit menular, termasuk campak.

“Dari bayi sampai usia lima tahun, mereka sama sekali tidak memiliki riwayat imunisasi,” ujar Iman usai Workshop Penguatan Peran Media dalam Peningkatan Cakupan Imunisasi di Aceh, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, pada 2025 tercatat 5 hingga 6 kasus campak yang seluruhnya berasal dari kelompok anak yang belum pernah diimunisasi.

Sementara itu, pada periode Januari hingga Maret 2026, jumlah kasus campak meningkat menjadi 724 kasus. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring belum optimalnya cakupan imunisasi.

“Jika anak-anak zero dose ini belum terjangkau, potensi kasus masih akan tinggi,” kata dia.

Iman juga mengungkapkan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap di Aceh masih tergolong rendah secara nasional. Aceh berada di peringkat ke-37 dari 38 provinsi.

Sejumlah daerah dengan capaian relatif tinggi antara lain Lhokseumawe, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Aceh Singkil, dan Langsa. Adapun daerah dengan capaian rendah meliputi Pidie, Aceh Jaya, Sabang, dan Bireuen.

Menurut Iman, rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh penolakan dari sebagian orangtua, yang umumnya disebabkan kekhawatiran terhadap efek samping serta kurangnya pemahaman mengenai manfaat imunisasi.

Pemerintah daerah, lanjut dia, terus didorong untuk memperkuat dukungan terhadap program imunisasi. Selain itu, Dinas Kesehatan Aceh juga melaksanakan imunisasi kejar bagi anak usia balita hingga sekolah melalui layanan posyandu.

“Target kami pada 2026 minimal 50 persen bayi sudah mendapatkan imunisasi lengkap,” ujar Iman.

Selain menyasar anak-anak, pemerintah juga akan melaksanakan program imunisasi campak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di Aceh.

Program tersebut dijadwalkan diluncurkan pada 21 April 2026 di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh.

Langkah ini diambil karena sekitar 8 persen kasus campak terjadi pada orang dewasa, termasuk tenaga kesehatan.

“Tenaga medis juga perlu dilindungi agar tidak menjadi sumber penularan,” kata Iman. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER