Senin, Juni 17, 2024
Google search engine
Beranda2.000-an Personel Gabungan Amankan Idul Fitri 1439 H

2.000-an Personel Gabungan Amankan Idul Fitri 1439 H

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pengamanan arus mudik lebaran Idul Fitri 1439 H melibatkan 2.000 lebih personil gabungan dan mulai Rabu, hari ini disebar ke pos-pos seluruh wilayah Aceh hingga 24 Juni 2018.

Operasi yang dinamakan Ketupat Rencong 2018 apel digelar di lapangan Polda Aceh, Rabu (6/6). Bertindak selaku Inspektur apel Wakapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Supriyanto Tarah, M. M dan dihadiri Kasdam IM, Kadishub Aceh, Dandenpom IM, Irwasda, Para Pejabat Utama Polda Aceh, dan Para Pejabat Instansi terkait jajaran Pemerintahan Aceh.

Wakapolda Aceh Brigjen Pol Drs. Supriyanto Tarah mengatakan, operasi ini melibatkan sebanyak 173.397 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda, serta stakeholders terkait dan elemen masyarakat lainnya. “Pada pelaksanaan operasi tahun ini, setidaknya terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama.” katanya.

Potensi kerawanan pertama adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan.

Pada tahun ini, potensi permasalahan masih berkisar pada masalah distribusi pangan, upaya penimbunan oleh kelompok kartel/mafia pangan, maupun perilaku negatif pelaku usaha yang menaikkan harga di atas harga yang ditetapkan.

Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama dan langkah proaktif dari stakeholders terkait guna mengatasi hal ini. Potensi kerawanan kedua adalah permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik.

Hasil survey jalan yang dilaksanakan oleh Korlantas Polri bersama Kementrian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Kesehatan, maupun Dinas Jasa Marga, dan Pertamina, mendapati sekurangnya terdapat enam lokasi rawan macet pada jalur utama mudik lebaran.

“Sehubungan dengan hal tersebut, saya memberikan penekanan kepada seluruh Personel terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat. Berbagai strategi bertindak yang telah ditetapkan agar diikuti dengan baik, optimalkan pelayanan pada 3.097 pos pengamanan, 1.112 pos pelayanan, 7 pos terpadu, dan 12 pos check point yang tergelar selama penyelenggaraan operasi, kata Wakapolda.”ujarnya kepada personil.

Sedangkan potensi kerawanan ketiga yang juga harus diantisipasi adalah potensi bencana alam dan gangguan Kamtibmas lainnya, seperti Curat, Curas, Curanmor, Copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis.

Untuk itu, wakapolda berharap kepada para Kasatwil diharapkan dapat mengambil langkah pre-emtif maupun preventif yang diperlukan sehingga bisa menekan potensi yang ada. Dia juga berharap, agar seluruh Kasatwil dapat terus menerus berkoordinasi dengan pihak Basarnas, BMKG. dan pihak terkait lainnya, dalam upaya mengantisipasi dan mewaspadai potensi bencana alam.

Lanjut wakapolda, potensi kerawanan keempat adalah, ancaman tindak pidana terorisme. Guna mengantisipasi potensi aksi terorisme, “saya menekankan kepada seluruh Kasatwil untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi Intelijen yang diimbangi dengan upaya penegakan hukum secara tegas (preemtif strike), melalui optimalisasi peran satgas anti teror di seluruh Polda jajaran,” kata Wakapolda.

Disamping itu, pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, Mako Polri, serta aspek keselamatan personel pengamanan harus menjadi perhatian. Perkuat pengamanan pada objek-objek tersebut dan laksanakan pendampingan personel pengamanan oleh personel bersenjata (Buddy System). “Untuk mewujudkan keamanan secara umum, saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk terus menerus meningkatkan kerjasama dengan rekan-rekan TNI serta stakeholders terkait lainnya,” tegas jenderal polisi bintang satu ini. Gito Rolis

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER