Beranda Disbudpar Aceh Wisata Alam Aceh Besar, Menikmati Sejuknya Air Terjun Seuhom

Wisata Alam Aceh Besar, Menikmati Sejuknya Air Terjun Seuhom

BERBAGI
Wisatawan sedang menikmati Air Terjun Seuhoom yang berada di tengah kawasan hutan Lhoong. tepatnya berada pada Desa Kreung Kala, Kec. Lhoong, Kab. Aceh Besar. (Foto/Cut Nauval Dafistri).

Pesona alamnya dan bunyi gemuruh air yang jatuh dari perbukitan memberikan sensi relaksasi yang menyejukkan jiwa ketika berada di kawasan Air Terjun Seuhom di Kecamatan Lhoong, Kabupaten Aceh Besar.

Air Terjun Seuhom berada di tengah kawasan hutan Lhoong, tepatnya berada pada Desa Kreung Kala, Kecamatan Lhoong, berjarak kurang lebih 54 kilometer atau satu jam perjalanan dari kota Banda Aceh.

Dalam perjalanan ini, pengunjung akan melintasi kawasan pesisir dengan panorama pantai yang cukup indah. Seperti Pantai Lampuuk dan Pantai Lhoknga, dengan deburan ombaknya yang menawan. Pengunjung juga akan melintasi hutan di kawasan Kecamatan Leupung.

Keluarga besar Wasapdaaceh.com, baru-baru ini mengunjungi lokasi air terjun tersebut, tepatnya pada Sabtu (30/7/2022). Menuju lokasi ini pengunjung akan melintasi pegunungan Paro dan pegunungan Kulu. 

Rute perjalanan yang naik turun dan berliku, memberikan tantangan tersendiri. Saat melewati dua pegunungan itu, pengunjung akan melintasi kawanan hutan yang dihuni banyak satwa kera. Gerombolan kera ini sebagian duduk santai di atas pembatas jalan.

Sesampai di lokasi, tampak panorama air terjun dengan pepohonan yang rimbun dan hijau. Udaranya segar sejuk. Embun dari air terjun akan menerpa wajah pengunjung, terasa sejuk. Pohon kayu hutan dan pohin durian menghiasi sekitar areal air terjun.

Jika tiba musim durian, di lokasi ini para petani akan menjajakan durian lokal kepada para pengunjung. Masuk ke lokasi wisata ini pengunjung hanya membayar biaya retribusi sebesar Rp5.000 per orang.

Air Terjun Seuhom memiliki tiga tingkatan, dengan pancaran air yang berbeda. Di sekelilingnya juga dipenuhi bebatuan besar. Di bagian bawah air terjun, terdapat kolam (lubuk) yang dasarnya terbilang dalam. Untuk itu bagi pengunjung yang tidak bisa benerang, disarankan tidak mandi di lokasi bawah air terjun.

Sensasi berada di bawah air terjun ini, wisatawan dapat merasakan pengalaman bagai refleksi alami. Khusus bagi anak-anak, bisa bermain air dan berenang di bagian hilirnya. Sungai ini cukup dangkal, sehingga aman bagi anak-anak untuk berenang. Walaupun demikian, orang tua tetap harus menjaga dan mengawasi anak-anaknya untuk menjamin keamanannya.

Air Terjun Seuhoom berada di tengah kawasan hutan Lhoong. tepatnya berada pada Desa Kreung Kala, Kec. Lhoong, Kab. Aceh Besar. (Foto/Cut Nauval Dafistri).

Ada juga wisatawan duduk-duduk santai sambil menikmati percikan air terjun yang segar sambil berfoto dengan latar keindahan alamnya.

Salah satu wisatawan, Putri, warga Lingke mengatakan, dia sudah dua kali berkunjung ke destinasi air terjun tersebut. Ia berwisata alam air terjun sambil menikmati libur akhir pekan bersama temannya.

“Enggak bosan-bosannya berkunjung ke lokasi ini, airnya sangat jernih dan suasannya sangat adem. Pokoknya cocok banget buat healing,” terangnya.

Tidak jauh dari air terjun, tersedia warung dengan beragai pilihan makanan dan minuman. Wisatawan bisa duduk bersantai menikmati pemandangan air terjun dan terpaan embun yang sejuk sambil mencicipi makanan.

Wisata ini ramai dikunjungi wisatawan pada hari Sabtu dan Minggu atau pada hari libur. Pengunnung juga didominasi oleh keluarga yang berlibur akhir pekan.

Bunyi gemuruh air jatuh dari sela bebatuan di perbukitan menuju telaga biru memberikan sensasi alam tersendiri. Memberikan ketenangan.

DPRK Aceh Besar Dorong Pengelola Wisata Air Terjun

Anggota DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina mengatakan, pengelolaan wisata alam seperti air terjun haruslah mengedepankan kenyamanan para pengunjung. Untuk itu dia mendorong agar pengelola lokasi wisata Air Terjun di Seuhom meningkatkan fasilitas bagi pengunjung.

“Seperti tersedianya toilet yang bersih, lingkungan yang terbebas dari sampah, dan juga harga tiket dan harga makanan secara wajar,” tutur Eka Rizkina. (Cut Nauval d)

BERBAGI