Rabu, Juli 24, 2024
Google search engine
BerandaNasionalWapres Minta Green Building BSI Aceh Jadi Poros Penggerak Ekonomi Syariah

Wapres Minta Green Building BSI Aceh Jadi Poros Penggerak Ekonomi Syariah

Banda Aceh(Waspada Aceh) – Wakil Presiden (Wapres) RI, KH Ma’ruf Amin meresmikan Green Building Bank Syariah Indonesia (BSI) Aceh yang berlokasi di Jl. Teungku Daud Beureuh No 15, Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (30/05/2024) pagi.

Ma’ruf Amin minta gedung tersebut juga menjadi poros penggerak prekonomian dan keuangan syariah di Aceh, dan tidak hanya menjadi penopang aktivitas operasional perbankan syariah.

“Hal ini menjadikan Aceh sebagai pionir dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” kata Ma’ruf Amin.

Dia menjelaskan bahwa Provinsi Aceh memiliki keistimewaan dalam penerapan syariat Islam yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh. Dia menilai, provinsi Aceh ibarat pintu dalam pengembangan keuangan syariah nasional, terutama di sektor perbankan syariah.

“Kita patut bersyukur, sejauh ini konversi dan operasional penuh perbankan syariah di Aceh sudah berjalan baik dengan kontribusi terhadap pangsa perbankan syariah nasional mencapai hampir 7 persen,” ungkapnya.

“Perbankan syariah di Aceh terus dikembangkan menjadi urat nadi bagi perekonomian melalui pembiayaan usahanya,” ujar Ma’ruf.

Menutup sambutannya, Wapres pun menyampaikan harapan agar peresmian gedung dan desa binaan BSI hari ini dapat membawa kemajuan dan manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat.

“Sejalan dengan itu, Desa Binaan BSI diharapkan membantu meningkatkan kapasitas ekonomi di daerah perdesaan guna mewujudkan kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat Aceh,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan bahwa sebagai upaya memperkuat ekonomi di tanah air, BSI sebagai bank terbesar nomor 5 di Indonesia terus mencetak kinerja yang impresif meski berada dalam kondisi yang menantang.

“Pada periode Maret 2024, secara tahunan Aset BSI tumbuh 14,25% menjadi Rp358 Triliun, pembiayaan tumbuh sustain 15,89% menjadi Rp247 Triliun,” paparnya.

Kuatnya kondisi BSI tersebut, kata Hery, tidak terlepas dari pertumbuhan bisnis di Aceh. Menurutnya, saat ini secara tahunan Aset BSI di Aceh tumbuh 12,49% menjadi Rp20,54 Triliun. Selain itu, dari segi pembiayaan juga tumbuh 13,37% menjadi Rp19,23 Triliun dengan 38% porsi pembiayaan di sektor UMKM. Tidak hanya itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mengalami pertumbuhan 8,21% menjadi Rp16,71 Triliun, dan pencapaian laba sebesar Rp232 Miliar pada periode yang sama.

“Sedangkan untuk mendukung transaksi keuangan masyarakat serta menjangkau nasabah yang lebih luas, BSI memiliki 161 kantor cabang, lebih dari 700 mesin ATM, lebih dari 900 mesin EDC Merchant, lebih dari 17 ribu BSI Smart Agent, dan lebih dari 39 ribu QRIS yang tersebar di seluruh penjuru Aceh,” sebutnya.

Sementara itu, Pj. Gubernur Aceh Bustami mengatakan bahwa gedung Landmark BSI Aceh bukan hanya sekadar struktur fisik yang megah, tetapi juga simbol dari komitmen BSI dalam mendukung pembangunan Aceh.

“Kami mengapresiasi upaya BSI dalam memperluas jaringan dan pelayanannya di Aceh, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bustami.

“Dengan berbagai produk dan layanan yang inovatif, BSI telah berhasil mengakomodasi kebutuhan masyarakat Aceh dalam bertransaksi dan berinvestasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” tandasnya.

Sebagai informasi, Gedung Landmark BSI Aceh terdiri dari 10 lantai dengan tinggi 46,6 meter yang memiliki ruang terbuka hijau dan memanfaatkan material hardscape ramah lingkungan. Gedung ini juga mengoptimalkan penyerapan air pada lahan yang tersedia, serta menggunakan energi solar panel. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER