Jumat, Juni 14, 2024
Google search engine
BerandaSumutVirus Corona Hantam Ekspor Karet Sumut ke China

Virus Corona Hantam Ekspor Karet Sumut ke China

Medan–Permintaan karet ke China menurun dari Sumatera Utara sebagai akibat merebaknya virus Corona.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, Edy Irwansyah kepada Waspadaaceh.com, Selasa (18/2/2020), menjelaskan, setelah pemerintah China memberlakukan isolasi pada Wuhan dan beberapa kota, harga karet SICOM TSR20 anjlok 9,9 sen AS menjadi 136 sen AS pada 28 Januari 2020.

Harga ini masih bertahan rendah hingga kini. Harga pada 13 Februari untuk kontrak Maret tercatat 134.3. Harga tertinggi tercatat 152,4 sen AS pada 16 Januari 2020.

“Volume ekspor juga terjadi penurunan permintaan karet dari China. Hal ini dampak langsung dari berkurangnya aktivitas industri akibat meluasnya wabah virus yang sangat mengkhawatirkan banyak orang. Sumut tidak terlampau khawatir atas adanya permintaan yang berkurang tersebut, sebab negara tujuan ekspor utama lainnya masih stabil. Bahkan, permintaan dari Jepang ada peningkatan,” kata Edy.

Sayangnya, kata Edy, adanya permintaan yang tinggi belum dapat dipenuhi karena krisis bahan baku. Saat ini sebagian pabrik hanya beroperasi 3 hari kerja yang setiap harinya hanya 1 shift.

“Dampaknya terhadap karyawan pabrik, sebagian besar sudah dirumahkan dan beberapa perusahaan mengurangi karyawan,” jelasnya.

Volume Ekspor

Negara tujuan utama ekspor karet Sumatera Utara adalah Jepang (20%), disusul Amerika Serikat (18%), China (11%), dan India (7%). Dapat dilihat China pada urutan ke-3, sekitar 70 ribuan ton per tahun, sedangkan total ekspor karet Sumatera Utara pada 2019 mencapai sebesar 410 ribu ton.

China sebagai konsumen karet alam nomor 1 di dunia mengkonsumsi lebih dari 5,5 juta ton per tahun. Secara geografi Indonesia ke China lebih dekat, namun ekspor karet Indonesia khususnya dari Sumut lebih banyak ke Jepang dan Amerika Serikat yang lebih jauh.

“Hal ini diakibatkan China menerapkan bea masuk yang cukup tinggi untuk produk karet tertentu dari Indonesia,” jelasnya.(sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER