Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kapolda Aceh Irjen Pol Rudi Setiawan melontarkan peringatan keras kepada para bandar dan kurir narkoba yang masih menjalankan bisnis haram di Aceh.
Ia menegaskan tidak akan memberi ruang bagi jaringan narkotika dan berjanji mengejar hingga memiskinkan para bandar.
Pernyataan itu disampaikan Rudi Setiawan dalam konferensi pers pengungkapan dua kasus narkotika jaringan Aceh-Malaysia di Aula Gedung Presisi Polda Aceh, Senin (10/8/2026).
“Para bandar narkoba dan kurir, saya kejar kamu dan saya akan miskinkan kamu,” tegas Rudi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Polda Aceh mengungkap peredaran etomidate dan ekstasi dalam jumlah besar.
Dalam dua kasus itu, polisi mengamankan seorang oknum keuchik di Aceh Utara dan seorang oknum anggota Polri.
Rudi juga mengingatkan para kurir agar tidak mengorbankan kehidupan dan masa depan hanya demi mendapatkan keuntungan dari bisnis narkoba.
Ia meminta masyarakat yang telah menggunakan narkoba untuk segera berhenti demi keluarga dan masa depan mereka.
Menurut Rudi, Aceh selama ini menjadi salah satu wilayah transit bagi jaringan bandar narkoba. Karena itu, ia menegaskan Polda Aceh akan terus memburu jaringan tersebut dan memutus mata rantai peredarannya.
“Jangan ada ruang bagi para bandar maupun kurir narkoba di wilayah Aceh,” ujarnya.
Dalam pengungkapan kasus pertama di Aceh Utara, polisi menangkap RB (41), oknum keuchik aktif, dengan barang bukti 50.000 butir ekstasi, 2.495 cartridge vape getar yang mengandung etomidate dan 4.000 mililiter liquid etomidate.
Sementara dalam kasus kedua di Bireuen, polisi mengamankan RF (31), oknum anggota Polri, dengan barang bukti 142 cartridge vape getar yang positif mengandung etomidate. Tiga orang lainnya yang berada dalam kendaraan berhasil melarikan diri dan kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
Rudi menegaskan pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan masyarakat. Ia mengajak warga melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas peredaran maupun penyalahgunaan narkotika.
Kapolda juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati menggunakan vape karena tidak mengetahui kandungan yang terdapat di dalam cartridge maupun liquid.
“Jangan menggunakan vape, karena kita tidak tahu apa yang dimasukkan ke dalam cartridge atau liquid tersebut,” katanya. (*)



