Beranda Aceh Tingkatkan Soft Skill Masyarakat, Pascasarjana UIN Arraniry Pengabdian di Aceh Timur

Tingkatkan Soft Skill Masyarakat, Pascasarjana UIN Arraniry Pengabdian di Aceh Timur

BERBAGI
Acara pembukaan pengabdian Pascasarjana UIN Arraniry di Gampong Madat, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, Senin (15/3/2021). (Foto/Cut Nauval Dafistri)

Aceh Timur (Waspada Aceh) – Pascasarjana melaksanakan pengabdian kepada masyarakat Kabupaten Aceh Timur di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Madat, Simpang Ulim dan Pante Bidari, pada Senin – Selasa (15-16/3/2021).

Dalam acara pembukaan yang dipusatkan di Gampong Madat, Kecamatan Madat, Aceh Timur, Senin (15/3/2021), Direktur Pascasarjana UIN Arraniry Prof. Dr. H. Mukhsin Nyak Umar, MA, mengatakan kuliah pengabdian masyarakat merupakan pelatihan menumbuhkan soft skill masyarakat.

“Kehadiran dosen dan mahasiswa dari Pascasarjana UIN Arraniry ini semoga dapat menambah pengetahuan keagamaan yang bisa dikolaborasikan. Mudah-mudahan kehadiran kita di sini memberi manfaat bagi perkembangan masyarakat khususnya di Aceh Timur,” tutur Direktur Pascasarjana UIN Arraniry.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menyambut baik kegiatan tersebut. Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Aceh Timur, Aiyyub, mengatakan pengabdian ini sangat membantu masyarakat Aceh Timur dalam meningkatkan pengetahuan untuk membangun gampong (desa).

“Semoga kegiatan ini mampu mendongkrak pembangunan di gampong serta mencetak kader-kader potensial,” tuturnya sekaligus meresmikan acara pembukaan tersebut.

Dosen dan mahasiswa Pascasarjana UIN Arraniry yang terlibat dalam pengabdian ini mengisi berbagai pelatihan di antaranya pengelolaan informasi dan komunikasi, penyuluhan penguatan kelembagaan Baitul Mal Gampong, Literasi Wakaf dan Gadai.

Selanjutnya pelatihan menyasar pada penguatan penerapan syariat Islam kepada aparatur gampong, metodologi tafsir dan takhrij hadist, penyuluhan dan penguatan akidah dan penyuluhan keluarga Samara.

Dari segi pendidikan, Pascasarjana juga memberikan pelatihan penulisan karya ilmiah pada guru pendidikan agama, hingga pelatihan metode pembelajaran penguatan akidah kepada guru, pelatihan metode pembelajaran Bahasa Arab kepada guru Bahasa Arab tingkat menengah dan atas (SMP/MTsn dan SMA/Aliyah) dan Perpustakaan.

Sementara itu peserta pelatihan terdiri dari operator gampong, teungku imum, tuha peut, pimpinan dayah dan santri, tokoh agama, guru serta masyarakat umum calon pengantin/keluarga baru. (Cut Nauval Dafistri)

BERBAGI