Beranda Aceh Terkait Usulan Nama Pj Bupati Aceh Jaya, Begini Penjelasan Perwakilan DPRK

Terkait Usulan Nama Pj Bupati Aceh Jaya, Begini Penjelasan Perwakilan DPRK

BERBAGI
Perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya, H. Syamsuddin Yahya. (Foto/Zammil)

Calang (Waspada Aceh) – Perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya, H. Syamsuddin Yahya, menegaskan, munculnya salah satu nama Pj Bupati Aceh Jaya yang diusulkan ke Kemendagri bukan berdasar hasil keputusan fraksi – fraksi DPRK.

“Fraksi – fraksi di DPRK Aceh Jaya menyampaikan usulan tiga nama calon Pj Bupati Aceh Jaya kepada pimpinan untuk diusulkan ke Kemendagri,” ujar Syamsuddin Yahya, saat menjumpai awak media di Kantor PWI Aceh Jaya, Jumat (24/6/2022) di Calang.

Syamsuddin menjelaskan, ke tiga nama tersebut, yaitu Mustafa, merupakan Sekda Aceh Jaya sekarang, T. Reza Fahlevi, Kadis Pertanian Aceh Jaya dan Asy’ari, Kadis Perhubungan Aceh Jaya.

“Ke tiga calon ini merupakan putra  terbaik Aceh Jaya. Namun di luar usulan fraksi-fraksi, muncul nama Nurdin. Beliau tidak kami kenal dan nama beliau juga tidak masuk dalam penyampaian usulan fraksi-fraksi sebagai calon Pj Bupati Aceh Jaya yang diusulkan ke Kemendagri,” terang politisi PDA tersebut

Mewakili lembaga DPRK Aceh Jaya, Syamsuddin mengungkapkan kekecewaannya atas munculnya nama Pj Bupati Aceh Jaya di luar usulan fraksi-fraksi yang hanya diusulkan oleh partai PNA yang diketahui di kemudian hari bedasarkan beredarnya surat DPP PNA dengan nomor: 741/DPP-PNA/VI/2022.

“Kami menyesali hal ini terjadi, karena dengan munculnya nama Nurdin tersebut, kami di lembaga DPRK sebagai perwakilan seluruh masyarakat Aceh Jaya merasakan kekecewaan mendalam,” ujarnya.

Syamsuddin menambahkan, dalam surat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor: 131.11/3330/OTDA tanggal 13 Juni 2022 perihal usulan nama calon Penjabat (Pj) Bupati Aceh Jaya ditujukan kepada lembaga DPRK Aceh Jaya.

“Dalam surat Mendagri tidak meminta calon nama Pj Bupati kepada partai namun kepada lembaga DPRK. Lalu mengapa usulannya tidak sesuai dengan penyampaian usulan dari fraksi – fraksi?,” ujarnya dengan nada bertanya.

“Kalau pun PNA mengusulkan nama Nurdin, kenapa tidak ada sehelai surat legal sebagai bahan pembahasan fraksi untuk bisa dipertanggung jawabkan,” tambahnya.

Syamsuddin mengungkapkan, saat ini tokoh – tokoh Aceh Jaya juga telah menguraikan usulan nama Pj Bupati untuk memberikan kesempatan kepada putra Aceh Jaya.

“Saat ini, saya yang dipercayakan mewakili tiga fraksi di DPRK Aceh Jaya mengharapkan kepada pimpinan untuk bisa mencabut kembali nama Nurdin diganti dengan nama Asy’ari,” tutupnya. (Zammil)