Setelah OTT,  Begini Penampakan Bupati Langkat Diboyong KPK ke Polres Binjai

    BERBAGI
    Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin terlihat hanya mengenakan kaos hitam bercelana pendek dan sendal jepit putih saat diboyong Tim KPK ke Polres Binjai, Rabu (19/2/2022), setelah sebelumnya terjadi OTT di daerah itu. (Foto/Ist)

    Medan (Waspada Aceh) – Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin terlihat hanya mengenakan kaos hitam bercelana pendek dan sendal jepit putih saat diboyong Tim KPK ke Polres Binjai, Rabu (19/2/2022), setelah sebelumnya terjadi OTT di daerah itu.

    Namun sejauh ini belum ada keterangan resmi dari pihak lembaga anti rasuah itu, terkait status Bupati Langkat tersebut. Jubir KPK, Ali Fikri, belum menjawab pertanyaan Waspadaaceh.com, tentang status bupati setelah adanya OTT.

    Dari foto yang diterima Waspadaaceh.com, Rabu sore (19/1/2022), Bupati Terbit Rencana terlihat memakai kaos hitam, celana pendek berwarna gelap dan memakai sendal jepit putih saat diapit Tim KPK menuju ruang pemeriksaan di Polres Binjai. Sang Bupati juga terlihat memakai masker medis hijau, kepalanya tampak botak dengan badan tambun berjalan cepat sambil dikawal petugas polisi bersenjata lengkap di depannya.

    Petugas KPK terlihat membatasi wartawan untuk bertanya langsung pada sang Bupati Langkat karena masih dalam materi pemeriksaan. Wartawan hanya dibolehkan mengambil gambar, namun tidak diperkenankan bertanya kepada orang nomor satu di Kabupaten Langkat itu.

    Berita Terkait: Terkait OTT Pejabat Langkat, KPK Sita Dokumen dari Rumah Bupati

    Petugas KPK juga terlihat meminta wartawan memberikan jalan, saat Bupati Langkat digiring berjalan menuju salah satu bangunan di Polres Binjai. Hingga kini, masih belum ada komentar resmi mengenai status Bupati Langkat, setelah beberapa pihak swasta dan pejabat Pemkab Langkat lebih dulu terkena OTT tim KPK pada Selasa malam (18/1/2022).

    Berita Terkait: Breaking News: KPK OTT Pejabat dan Abang Kandung Bupati Langkat

    Gubernur Sumut Bersikap

    Gubernur Sumatera Utara,  Edy Rahmayadi, mengomentari terkait penangkapan Bupati Langkat dan beberapa pejabat di Pemkab Langkat. Edy meminta masyarakat tidak langsung memvonis seseorang bersalah.

    “Saya tanya, saya telepon, belum sempat saya mendapatkan yang pasti, karena berbeda-beda infomasinya,” kata Gubernur Edy menjawab wartawan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (19/01/2022).

    Namun Edy Rahmayadi mengaku sudah berulangkali mengingatkan agar menjauhi praktik korupsi. Karena itu dia mengatakan agar yang terlibat dalam OTT itu mempertanggungjawabkan apa yang dituduhkan KPK.

    Begitu pun, Edy Rahmayadi meminta agar siapapun jangan mudah memvonis seseorang bersalah. “Jangan dulu kita menghukum karena belum pasti. Kita tunggu dulu apa kepastiannya,” sebut Edy.

    Mantan Pangkostrad itu menegaskan akan membela ‘anak buah’ jika mereka tidak bersalah. “Yang pastinya saya akan bela anak-anak saya kalau memang anak-anak saya benar,” tegas Edy.

    “Untuk itu silahkan dipertanggungjawabkan semua yang menjadi tanggung jawabnya. Saya akan monitor, tapi setelah saya tahu pasti saya akan koordinasikan,” ujar Edy lagi. (sulaiman achmad)

    BERBAGI