Senin, Juni 24, 2024
Google search engine
BerandaTak Punya Biaya, TKI asal Aceh yang Koma di Malyasia Batal Pulang

Tak Punya Biaya, TKI asal Aceh yang Koma di Malyasia Batal Pulang

Lhokseumawe (Waspada Aceh) – Nasib malang dialami Muhammad Basri, 27, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Bukit Jrat Manyang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, yang kini koma di negeri jiran Malaysia.

Dia koma setelah mengalami kecelakaan di tempat kerjanya di Malaysia. Hingga saat ini Muhammad Basri belum sadarkan diri, dan gagal dibawa pulang ke Aceh, karena ketiadaan biaya.

Menurut keterangan, Muhammad Basri merantau ke Malaysia sejak 2018 atau sekitar 2 tahun lalu. Dia tergolong keluarga miskin, dan karena itu pihak keluarganya sangat mengharapkan dukungan pemerintah untuk memulangkannya kembali ke Aceh.

Sementara Lembaga Kesatuan Aneuk Nanggroe Aceh (KANA) di Malaysia, Nazaruddin, sapaan Abu Saba, Ketua Grup SUBA Tgk Bukhari dan Ketua Grup Kebajikan Klang Tgk Mus, telah berupaya mengalang dana dari masyarakat Aceh di Malaysia. Namun masih kekurangan sekitar Rp70 juta, termasuk untuk biaya pendamping medis dan biaya pesawat khusus.

Ketua KANA di Malaysia Abu Saba kepada Waspadaaceh.com mengatakan, Selasa (10/3/2020), korban mengalami kecelakaan kerja di kawasan Bukit Harimau Temerloh Pahang, Malaysia.

Setelah kejadian korban langsung dibawa ke rumah sakit. Namun selama 28 hari mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Malaysia, kondisi korban tidak membaik dan masih tetap koma (tidak sadarkan diri).

“Setelah 28 hari mendapatkan perawatan medis, dokter yang menangani telah membolehkan pasien dibawa pulang, karena kondisinya sudah pulih. Saat diperiksa tidak tedapat luka atau lainnya, hanya tidak sadarkan diri. Kemudian pihak keluarga bersama masyarakat Aceh membawa pulang Muhammad Basri dari Pahang ke Kuala Lumpur, ke rumah Tgk Bukhari, warga Aceh yang berada di Malaysia,” kata Abu Saba.

Disebutkan, selama empat hari di rumah Tgk Bukhari yang berada di kawasan Taman Datok Harun, korban belum juga pulih (sadar). Mereka kemudian membawanya kembali ke Hospital Kuala Lumpur (HKL).

Selama sehari dirawat, dokter di rumah sakit tersebut juga mengatakan tidak ada masalah dengan Muhammad Basri, seperti yang disampaikan dokter di rumah sakit sebelumnya.

“Sementara biaya pengobatan di rumah sakit sebelumnya, selama 28 hari mencapai Rp50 juta, tidak ada kendala. Karena semua biaya tersebut dapat sumbangan dari sejumlah masyarakat Aceh di Malaysia, termasuk biaya kakaknya yang menjaganya selama pasien dirawat di rumah sakit,” terangnya.

Pihak keluarga sangat mengharapkan kepada pemerintah maupun dermawan, agar bisa membantu supaya Muhammad Basri bisa secepatnya dibawa pulang ke Aceh, agar bisa dirawat di Aceh oleh keluarganya. (Riri).

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER