Beranda Aceh Sun Life Gandeng Ulama dan Tokoh Masyarakat Ekonomi Syariah Aceh

Sun Life Gandeng Ulama dan Tokoh Masyarakat Ekonomi Syariah Aceh

BERBAGI
Chief Sharia Business Sun Life Indonesia Norman Nugraha foto bersama dengan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, dengan ulama dan tokoh masyarakat di Hotel Hermes Banda Aceh, Kamis (13/1/2022). (Foto/Kia Rukiah)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Untuk meningkatkan literasi asuransi syariah di Aceh, pionir industri asuransi syariah tanah air, Sun Life, menggandeng 20 ulama dan tokoh masyarakat ekonomi syariah di Aceh.

Chief Sharia Business Sun Life Indonesia, Norman Nugraha, mengatakan Sun Life berkomitmen bukan hanya untuk menghadirkan inovasi dan layanan produk asuransi berbasis syariah terlengkap, tapi juga mendorong peningkatan literasi asuransi syariah di Indonesia.

“Memantapkan komitmen ini, Sun Life menggelar kegiatan sosialisasi terkait asuransi syariah dan silaturahmi bersama 20 ulama dayah dan puluhan tokoh ekonomi syariah di Aceh. Tujuannya untuk menjadikan Aceh sebagai pusat perkembangan ekonomi syariah nasional,” tegas Norman dalam diskusi dengan ulama dan tokoh masyarakat di Hotel Hermes Banda Aceh, Kamis (13/1/2022).

Inisiatif ini, kata Norman, diambil sebagai tindak lanjut dari implementasi Qanun atau peraturan perundang-undangan Nomor 11 Tahun 2018 tentang Lembaga Keuangan Syariah (LKS). LKS mengamanatkan seluruh transaksi keuangan di Aceh diwajibkan menggunakan prinsip syariah dan efektif mulai diberlakukan pada Januari 2022.

Tentunya dengan penerapan Qanun terkait LKS yang diberlakukan ini, kata Norman, menjadi tonggak penting dalam upaya menjadikan Aceh sebagai pusat perkembangan ekonomi syariah nasional. Hal ini, tentunya dimungkinkan, dengan adanya kerjasama dari semua pihak, mulai dari pembuat kebijakan, pelaku industri, hingga keterlibatan tokoh masyarakat.

“Inilah yang melandasi Sun Life, untuk menggelar sosialiasi terkait manfaat asuransi syariah, sekaligus ajang silaturahmi yang melibatkan puluhan ulama dayah, serta tokoh-tokoh keuangan syariah setempat,” ucapnya.

Dia berharap dengan kegiatan ini, dapat menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi syariah di wilayah Aceh. Lebih lanjut, mewujudkan ekonomi masyarakat Aceh yang adil dan sejahtera, dalam naungan syariat Islam.

“Sun Life percaya bahwa asuransi syariah dengan nilai-nilai keutamaannya menawarkan manfaat yang besar bagi masyarakat luas. Didukung dengan penerapan Qanun di wilayah Aceh, dan partisipasi dari para ulama dan tokoh masyarakat setempat, kami optimis perkembangan asuransi syariah di wilayah istimewa ini akan terus bertumbuh dan memberi manfaat yang lebih besar,” terang Norman.

Norman juga menyebutkan, saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh mencatat tingkat pemahaman keuangan (literasi) syariah masyarakat di Provinsi Aceh pada 2019 lebih tinggi dari pencapaian nasional sebesar 8,93 persen yaitu mencapai 18,64 persen.

Tetapi, angka ini perlu untuk terus ditingkatkan, agar laju pertumbuhan perekonomian Aceh khususnya, serta lembaga keuangan dan ekonomi syariah secara nasional dapat terus diperkuat.

Sementara itu, Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh, Tgk M. Yusuf A. Wahab menyampaikan, ulama memiliki peran penting dalam membimbing masyarakat, terkait berbagai aspek kehidupan, mulai dari aqidah, akhlak, maupun fiqih dan muamalah.

“Pembekalan pemahaman kepada para ulama terkait manfaat asuransi syariah, dapat menjadi gerbang tersalurnya informasi. Juga menciptakan masyarakat yang mampu memanfaatkan instrumen asuransi berbasis syariah, yang bukan hanya bermanfaat untuk kebaikan diri, tapi juga memberi keberkahan bagi umat,” sebutnya.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, yang turut hadir dalam diskusi tersebut mengapresiasi Sun Life yang telah menggelar sosialisasi Qanun Nomor 11 Tahun 2018.

Sosialisasi yang dihadiri oleh alim ulama dan tokoh masyarakat, kata Aminullah Usman, cukup tepat dalam memperkuat penerapan qanun tersebut secara keseluruhan serta berharap penerapan Qanun 11 Tahun 2018 ini semakin cepat atas dorongan dari Sun Life.

Dia juga menuturkan, Qanun Nomor 11 tahun 2002 sebenarnya sudah mengatur tentang pelaksanaan syariat Islam di Aceh, yang didalamnya mengatur pelaksanaan aqidah, ibadah dan syiar Islam. Akan tetapi, belum fokus tentang ekonomi syariah.

Aminullah Usman berharap kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir lagi, karena ekonomi syariah dan asuransi syariah sangat menjanjikan. Kemudian dia mengajak perbankan dan lembaga keuangan lainnya untuk menciptakan peluang bagaimana masyarakat punya uang sehingga mau menabung dan mau berasuransi. (Kia Rukiah)