Banda Aceh (Waspada Aceh) – Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh memastikan stok beras di seluruh gudang Bulog di Aceh dalam kondisi aman dan diperkirakan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga 13 bulan ke depan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Budi Sultika, mengatakan ketersediaan stok tersebut menjadi modal untuk menjaga stabilitas harga beras sekaligus mendukung penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
“Secara keseluruhan stok kita cukup untuk 13 bulan. Beras tersedia di seluruh gudang Bulog di Aceh dan dapat digeser ke daerah yang membutuhkan selama jalur distribusi aman,” kata Budi dalam kegiatan Coffee Morning bersama awak media di Banda Aceh, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, setelah masa panen raya berakhir, harga beras di Aceh masih relatif stabil. Karena itu, Bulog terus menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui operasi pasar dan jaringan pedagang.
Hingga 30 Juni 2026, realisasi penyaluran beras SPHP telah mencapai 9.000 ton di seluruh Aceh. “Kami bersama pemerintah daerah terus melakukan operasi pasar hingga ke wilayah kepulauan dan pulau terluar. Sampai saat ini tidak ada gejolak harga beras,” ujarnya.
Budi juga mengungkapkan harga pembelian gabah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp7.400 hingga Rp8.100 per kilogram. Harga tersebut lebih tinggi dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
“Kondisi ini menunjukkan petani memperoleh harga jual yang baik, bahkan berada di atas HPP yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Selain menjaga stabilitas pasokan beras, Bulog Aceh juga telah menuntaskan penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026. Hingga akhir Juni, realisasi penyaluran bantuan pangan telah mencapai 100 persen di seluruh kabupaten/kota di Aceh.
Untuk komoditas minyak goreng bersubsidi Minyakita, Bulog Aceh mencatat realisasi penyaluran mencapai 6.000 liter hingga 30 Juni 2026. Pasokan Minyakita dipenuhi melalui kerja sama dengan Bulog Medan.
“Per hari ini harga minyak goreng masih terkendali. Untuk distribusi Minyakita kami bekerja sama dengan Medan agar pasokan tetap tersedia,” ujar Budi. (*)



