Sabtu, Maret 2, 2024
Google search engine
BerandaAcehSolar Langka, Pengusaha Angkutan di Aceh Mengeluh

Solar Langka, Pengusaha Angkutan di Aceh Mengeluh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pengusaha angkutan di Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, mengeluhkan kondisi antrian yang mengular di SPBU untuk mendapatkan solar. Kondisi itu terjadi di beberapa SPBU di Kota Banda Aceh.

“Sulit begini, Indonesia Raya. Coba bayangkan, 1 hari habis waktu mengantri panjang di SPBU. Antrian berjam-jam, akibatnya cuma dapat 1 trip per hari. Pemasukan minus,” kata Iskandar, pemilik angkutan truk tanah kepada Waspadaaceh.com, Rabu (29/11/2023).

Dia menilai ada perlakuan diskriminasi terhadap distribusi solar di Aceh, khususnya Banda Aceh. Antrian kendaraan untuk mendapatkan solar bahkan hingga 1 kilometer panjangnya.

Dia membandingkan jika di Medan, ibukota Provinsi Sumut, mudah mendapatkan solar tanpa harus scan barcode seperti yang berlaku di Aceh untuk BBM jenis solar dan pertalite.

Dia juga mempertanyakan di mana peran Pemda saat kondisi solar sulit didapatkan oleh pelaku industri angkutan barang seperti usaha miliknya.

“Efeknya, ekonomi masyarakat akan down, hasilnya daya beli turun. Perekonomian daerah juga akan anjlok. Di mana Pemda dengan kondisi saat ini,” tanyanya.

Jawaban Pertamina

Terkait hal ini, Susanto August Satria, Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Sumbagut, melalui Officer Communication, Imam, membantah ada perlakuan diskriminasi untuk solar.

“Untuk solar, karena tergolong subsidi, semua wilayah di Indonesia sudah pakai scan QR code atau barcode,” jelasnya.

Kemudian, dia menambahkan, khusus tahun 2023, Aceh mendapatkan kuota BBM Bio Solar (BBM Subsidi) sebanyak 369.260 Kilo Liter (KL). Sementara itu, realisasi penyaluran Bio Solar untuk Aceh hingga 22 November 2023 sebanyak 353.169 KL.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen menjalankan amanah penugasan Pemerintah dalam menyalurkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dalam upaya memastikan penyaluran BBM bersubsidi bisa tepat sasaran dan tepat kuota, Pertamina juga menerapkan pendaftaran BBM melalui website subsiditepat.mypertamina.id,” jelasnya.

Dia menuturkan terkait antrian di SPBU disebabkan oleh adanya 3 SPBU di Banda Aceh dan 2 SPBU di Aceh Besar, saat ini tengah mendapat pembinaan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Penyebab dari pembinaan ini karena SPBU tersebut terbukti melakukan pelanggaran terhadap prosedur yang ditetapkan.

“Stok BBM di SPBU Banda Aceh dan Aceh Besar baik Biosolar maupun Pertalite saat ini aman. Pertamina menghimbau masyarakat agar tidak panik karena stock di SPBU terdekat sangat aman. Diharapkan masyarakat dapat membeli BBM sesuai dengan peruntukannya agar kuota BBM Subsidi dapat terjaga dan tersalurkan kepada masyarakat yang memang masuk kriterianya atau tepat sasaran,” tuturnya.

Dia pun menegaskan bahwa hari ini sudah dilakukan koordinasi dengan Dinas ESDM Aceh. Pembahasan itu antara lain adalah penyampaian kondisi penyaluran BBM di wilayah Aceh dengan beberapa upaya tindaklanjut antara lain adalah melakukan top up penyaluran untuk menjaga ketahanan stok Biosolar di SPBU penyalur, melakukan monitoring ketepatan penyaluran BBM Subsidi. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments