Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaSenior Advisors CMI Kaget, Masalah Aceh Masih Staknan

Senior Advisors CMI Kaget, Masalah Aceh Masih Staknan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Jenderal Jaakko Oksanen dan Ms Mina Kukkonen dari Senior Advisors of Crisis Management Initiative (CMI) kaget mendengar perkembangan perdamaian ini, masih staknan atau sama dengan masalah 5 tahun yang lalu ketika dia masih berada di Aceh.

“Permasalahan lima tahun lalu masih sama dengan yang saya dengar pada hari ini. Karenanya saya berharap semua permasalahan yang dia dengar dapat diselesaikan sendiri oleh para pihak,” kata Jenderal Jaakko Oksanen di Banda Aceh, Kamis (18/10/2018).

Dia mengaku tidak menyangka ternyata sekarang tidak ada lagi forum komunikasi para pihak yang pada masa terdahulu selalu efektif mencari solusi bagi masalah yang timbul di Aceh,“ papar Senior Advosor Representatif CMI ini.

Jenderal Jaakko Oksanen berjanji akan menyampaikan temuan ini kepada Presiden Presiden FinlandiaMartti Ahtisaari, sebagai laporan, yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah Indonesia.

Pertemuan dimulai pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB bertempat di Meuligo Wali Nanggroe. Malik Mahmud Alhaytar, selaku Wali Nanggroe mengingatkan, CMI harus tetap mengawal proses perdamaian Aceh hingga tuntas.

Malik Mahmud menambahkan, sampai saat ini masih ada beberapa poin MoU yg belum di implementasikan oleh Pemerintah Indonesia. Wali Nanggroe juga meminta CMI untuk membuat mediasi kembali antara para pihak yang terlibat dalam MoU Helsinki, melalui sebuah forum komunikasi untuk membahas dan mencari solusi bagi permasalahan yang belum terselesaikan.

Sementara Anggota DPRA dari FPA, Nurzahri, juga meminta pembentukan forum komunikasi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat, mengingat dari sisi UUPA banyak diabaikan dengan aturan-aturan baru.

Sekjen DPA Partai Aceh, Kamaruddin Abubakar alias Abu razak, Darwis Jeunib dan Tgk Nie Pasee menyampaikan bahwa sampai saat ini para kombatan GAM masih sanggup bersabar mengikuti proses perdamaian.

Akan tetapi, tegas Abu Razak, tidak ada yang bisa menjamin apabila di kemudian hari generasi akan datang turun kembali untuk berjuang, ketika mereka meyakini ternyata Aceh telah ditipu kembali oleh Pemerintah Indonesia.

Pertemuan Jendral Jaakko Oksanen dan Ms Mina Kukkonen dari CMI dengan Wali Nangroe juga dihadiri Nurzahri (anggota DPRA), Kamaruddin Abubakar (Abu Razak), Tgk Zulkarnaini Hamzah (Tgk Nie Pasee), Darwis Jeunib (semuanya pimpinan Kombatan GAM), Dr Rafiq dan mantan Ketua BRA Fakturrazi. (B01)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER