Selasa, Februari 27, 2024
Google search engine
BerandaAcehSambut Adipura, Sekolah Masuk Adiwiyata dan Edukasi Siswa Sejak Dini

Sambut Adipura, Sekolah Masuk Adiwiyata dan Edukasi Siswa Sejak Dini

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Keterlibatan siswa sekolah dalam penyambutan Piala Adipura dinilai sebagai hal yang wajar apalagi salah satu indikator penilaian Adiwiyata. Adipura juga menjadi salah satu motivasi dan edukasi kepada siswa sejak usia dini.

Di saat bersamaan, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto juga melakukan arak-arakan dengan penyambutan siswa SD dan SMP di jalanan. Bima Arya bahkan sempat menyerahkan Piala Adipura kepada siswa untuk berphoto dan vlog video di akun IG Bima Arya.

Berikut penjelasan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banda Aceh Sulaiman Bakri kepada wartawan, Rabu (1/3/2023), terkait penilaian Adiwiyata yang menjadi salah satu indikator Piala Adipura.

“Siswa dari beberapa sekolah saja yang terlibat dalam penyambutan Piala Adipura ini. Umumnya, sekolah yang berada di jalur lintasan pawai dan arak-arakan Piala Adipura saja. Tidak semua sekolah,” kata Sulaiman Bakri.

Penilaian Adipura itu, kata Sulaiman, salah satunya adalah Adiwiyata sekolah. Karena ada beberapa sekolah di Banda Aceh yang menjalankan Adiwiyata, ditambah lagi sekolah tersebut masuk dalam penilaian Adipura.

“Sekolah memberikan kontribusi terhadap penilaian Adipura. Sekolah diperiksa kebersihannya sehingga dapatlah kita sekolah Adiwiyata. Adiwiyata itu sekolah bersih lingkungan, hijau lingkungannya,” ujarnya.

Adiwiyata sendiri, adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk cita-cita pembangunan berkelanjutan. Adiwiyata merupakan nama program pendidikan lingkungan hidup.

“Anak sekolah perlu bergembira karena mereka berperan besar dalam perolehan Adipura menjaga kebersihan sekolahnya. Selain itu, arakan adipura ini juga medium untuk edikasi pelajar bahwa menjaga kebersihan lingkungan, berkontribusi terhadap masa depan bangsa,” ujarnya.

Sulaiman pun bersyukur bahwa prestasi ini juga tidak hanya dari sekolah saja, namun juga semua pihak yang terlibat terutama petugas kebersihan. Apalagi, Adipura menjadi salah satu motivasi dan pembelajaran arti kebersihan sejak usia dini bagi siswa.

“Prestasi ini tidak terlepas dari andil sekolah-sekolah juga yang dinilai kemaren itu, lebih kurang sepuluh sekolah yang menjadi sampel penilaian termasuk sarana dan prasarananya serta pengelolaan sampah dan terintegrasi dalam pembelajaran sekolah,” ungkapnya.

Dia pun mengungkapkan pembelajaran yang bisa diambil oleh siswa adanya rasa cinta kepada daerahnya dan rasa memiliki serta pentingnya arti hidup bersih, sehat dan menjaga lingkungan sekolah dengan baik. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments