Blangkejeren (Waspada Aceh) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kondisi akses jalan dan jembatan menuju Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, masih memprihatinkan.
Sejumlah ruas jalan sulit dilalui, sementara beberapa jembatan masih terputus akibat banjir November 2025.
Pantauan Waspadaaceh.com, Sabtu (15/8/2026) di kawasan Berawang Salam menunjukkan badan jalan masih dipenuhi bebatuan besar sehingga sulit dan berbahaya dilalui, terutama saat hujan.
Kondisi lebih memprihatinkan terlihat di Jembatan Pintu Rime yang terputus sepanjang sekitar 60 meter. Masyarakat secara swadaya membangun jembatan darurat dari papan dan konstruksi sederhana. Jembatan tersebut hanya dapat dilalui sepeda motor dan terasa bergoyang saat dilintasi. Kendaraan roda empat tidak dapat melintas.
Keuchik Pasir Putih, Kamaruddin, mengatakan masyarakat sangat membutuhkan pembangunan jembatan Bailey maupun jembatan permanen karena jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Pintu Rime, Ekan, Pining, Pasir Putih hingga Lesten.
“Sudah lama masyarakat menderita sejak banjir November 2025. Sampai saat ini akses belum juga dapat dilalui dengan layak,” katanya kepada Waspada.
Menurutnya, kondisi tersebut turut meningkatkan biaya angkutan barang dan berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Ia berharap pemerintah segera menangani jembatan dan sejumlah titik jalan rawan longsor.

Sementara itu, Ketua Yayasan Nurhayati Sahali, Nurhayati, yang mempunyai sekolah binaan di Pining, mengatakan kondisi infrastruktur Pining membutuhkan perhatian serius pemerintah. Ia menyebut jembatan tersebut sebagai “nafas” kehidupan masyarakat karena menjadi bagian dari jalan provinsi yang menghubungkan Blangkejeren-Pining-Lokop, Aceh Timur.
“Jembatan ini adalah nafas ekonomi mereka. Hari ini harga semen di sini Rp110.000. Harga-harga sembako melonjak tinggi karena akses jalan tidak mudah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih terbatasnya listrik, air bersih, BBM, pendidikan dan fasilitas dasar lainnya di Pining.
Nurhayati berharap momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi pengingat agar masyarakat Pining juga merasakan kemerdekaan melalui akses infrastruktur dan pelayanan dasar yang layak.
“Anak-anak Pining berhak untuk maju dan membangun mimpinya. Mari kita sejajarkan mereka dengan kecamatan dan daerah lain,” tegasnya. (*)



