Banda Aceh (Waspada Aceh) – Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Mirza Tabrani, berharap para alumni tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja dan agen perubahan di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.
Harapan tersebut disampaikan Rektor dalam prosesi Wisuda ke-169 USK yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Kamis (21/5/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Mirza mengatakan para lulusan saat ini akan memasuki dunia yang sedang menghadapi berbagai ketidakpastian global. Konflik dan perang di berbagai belahan dunia, kata dia, telah mempengaruhi stabilitas ekonomi internasional, mulai dari rantai pasok pangan dan energi hingga kondisi ekonomi masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia.
“Kita juga menghadapi tekanan ekonomi yang tidak ringan. Nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan, harga kebutuhan pokok yang perlahan naik, tantangan lapangan kerja, serta meningkatnya biaya hidup menjadi realitas yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, dalam situasi tersebut perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk hadir di tengah masyarakat. Kampus, kata dia, tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari persoalan rakyat.
“Universitas harus hadir sebagai ruang lahirnya solusi, inovasi, dan harapan bagi masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, USK terus berupaya memperkuat perannya melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat agar ilmu pengetahuan yang berkembang di kampus benar-benar mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Berbagai program pengabdian masyarakat, riset terapan, penguatan UMKM, hingga inovasi teknologi tepat guna terus dijalankan USK untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan ekonomi dan sosial.
Salah satu program yang disoroti adalah program mahasiswa berdampak yang dijalankan di berbagai wilayah di Aceh. Program tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa untuk turun langsung mendampingi masyarakat, memperkuat ekonomi warga, serta menghadirkan teknologi yang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari.
Prof. Mirza menegaskan, kondisi penuh ketidakpastian saat ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh, kreatif, peduli, dan mampu menciptakan peluang kerja.
“Karena itu, kepada wisudawan kami berharap saudara tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pencipta lapangan kerja, penggerak masyarakat, dan agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Rektor juga menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan sebagai ahli madya, sarjana, magister, doktor, profesional, maupun spesialis.
“Sebagai alumni USK, saudara telah memiliki kemampuan dan keterampilan yang cukup untuk meneruskan perjalanan hidup, baik untuk berkarir, berusaha, ataupun melanjutkan studi,” katanya.
Pada wisuda periode ini, sebanyak 528 wisudawan dilepas pada Rabu (20/5/2026), sementara 794 lulusan lainnya diwisuda pada Kamis (21/5/2026). Dari total lulusan tersebut, sebanyak 397 orang berhasil meraih predikat cumlaude.
Dengan pelaksanaan Wisuda ke-169 tersebut, jumlah alumni USK kini mencapai 170.557 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. (*)



