Pohon Tumbang Melintang di Jalan, Angin Kencang Terjang Aceh Besar

    BERBAGI
    Angin kencang menumbangkan pohon mangga, membentang di atas badan jalan Desa Bayu, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (1/8/2021). (foto/ist).

    Aceh Besar (Waspada Aceh) – Angin kencang menerjang Kabupaten Aceh Besar menyebabkan pohon tumbang membentang di atas badan jalan. Akibatnya terjadi kemacetan lalulintas di Desa Bayu, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (1/8/2021).

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Farhan AP, melalui personel Pusdalops BPBD Aceh Besar, Maswani, mengatakan, informasi tersebut diperoleh dari petugas piket BPBD Aceh Besar pos Seulimeum, pukul 16:50 WIB.

    Ia mengatakan, pohon mangga yang berukuran besar dan sudah sangat tua, tumbang melintang di atas badan jalan lintas antar gampong. Kejadian itu menutup akses jalan dari dua arah.

    “Setelah menerima informasi tersebut petugas langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan,” ungkap Maswani.

    Petugas BPBD Aceh Besar Pos Seulimeum mengerahkan tujuh personel dan peralatan berupa gergaji besin untuk memotong pohon yang tumbang.
    Kemudian melakukan pembersihan ruas jalan yang sudah tertutup dengan pohon tumbang tersebut.

    Sekitar pukul 17.10 WIB penanganan dan pembersihan ruas jalan selesai dilakukan sehingga arus lalulintas pun kembali lancar dan normal. Tidak ada korban dalam peristiwa ini.

    Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Koordinator Aceh memprediksi, cuaca di wilayah Aceh dalam dua hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga berat.

    Berita terkait: BMKG Prediksi, Masih Akan Terjadi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Aceh

    Kepada Waspadaaceh.com, Sabtu (31/7/2021), Koordinator Data dan Informasi BMKG Kelas l Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Zakaria Ahmad, mengatakan, cuaca di Aceh masih kurang baik. “Masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga berat serta angin kencang di seluruh Aceh,” ujarnya.

    Hal itu, kata Zakaria, terlihat dari dinamika atmosfir Aceh masih terdapat pengerucutan arah angin. Masih ada belokan angin dan anomali suhu muka laut antara +1.0 s/d +3.0°C di sekitar laut, dan ini memungkinkan terjadinya penguapan sehingga bisa tumbuh awan-awan hujan, kata dia. (Cut Nauval Dafistri)

    BERBAGI