BMKG Prediksi, Masih Akan Terjadi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di Aceh

    BERBAGI
    ILUSTRASI. Beberapa hari ini masih terjadi cuaca buruk di Aceh, antara lain turunnya hujan lebat, mengakibatkan banjir di beberapa wilayah di Provinsi Aceh. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Koordinator Aceh memprediksi, cuaca di wilayah Aceh dalam dua hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga berat.

    Kepada Waspadaaceh.com, Sabtu (31/7/2021), Koordinator Data dan Informasi BMKG Kelas l Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Zakaria Ahmad, mengatakan, cuaca di Aceh masih kurang baik. “Masih berpotensi terjadi hujan ringan hingga berat serta angin kencang di seluruh Aceh,” ujarnya.

    Hal itu, kata Zakaria, terlihat dari dinamika atmosfir Aceh masih terdapat pengerucutan arah angin. Masih ada belokan angin dan anomali suhu muka laut antara +1.0 s/d +3.0°C di sekitar laut, dan ini memungkinkan terjadinya penguapan sehingga bisa tumbuh awan-awan hujan, kata dia.

    “Penguapan terjadi di daratan Aceh, sehingga terbentuklah kondensasi uap air yang menyebabkan terjadinya hujan,” kata Zakaria.

    Adapun perkiraan BMKG, hampir semua daerah di Aceh terjadi hujan, namun ada beberapa wilayah di Aceh terjadi hujan lebat, seperti: Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara dan juga Bener Meriah.

    Sementara untuk daerah Sabang, Simeulue, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireun, Lhokseumawe dan Aceh Tamiang hanya terjadi hujan ringan hingga sedang.

    Selain itu Zakaria juga mengatakan, terjadinya hujan lebat akan berpotensi menyebabkan banjir di beberapa daerah pesisir, seperti Aceh Selatan, Aceh Singkil dan lain sebagainya.

    “Adapun untuk daerah pegunungan, yang tidak berpotensi terjadi banjir diharapkan juga tetap berhati-hati dalam berkendaraan. Karena selain hujan, tanah longsor, angin kencang juga bisa menyebabkan banyaknya pohon-pohon yang tumbang,” harapnya.

    Dia mengimbau para nelayan agar tetap waspada dalam melaut, karena angin kencang bisa menyebabkan terjadinya tinggi gelombang yang mencapai batas maksimum 2-5 meter.

    “Kami harapkan kepada nelayan maupun masyarakat sebelum berpergian silahkan mengecek informasi dari BMKG terlebih dahulu, yang disiarkan setiap hari pada Radio Republik Indonesia/ RRI Takengon dan RRI Banda Aceh,” tutupnya. (Kia Rukiah).