Beranda Sumut Perselisihan Gubernur Edy dengan Wali Kota Bobby, Antara Karantina WNI hingga Kerumunan...

Perselisihan Gubernur Edy dengan Wali Kota Bobby, Antara Karantina WNI hingga Kerumunan Kesawan

BERBAGI
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi (kiri) dan Wali Kota Medan, Bobby Nasution. (Foto/Ist)

Medan (Waspada Aceh) – Perseteruan Wali Kota Medan Bobby Nasution dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, yang terjadi akibat penanganan karantina WNI yang baru pulang dari luar negeri kian meruncing.

Terakhir, pengakuan Kadiskominfo Sumut Irman Oemar yang menyatakan menantu Presiden Jokowi itu dengan mantan Pangkostrad sudah berkomunikasi via telepon seluler, dibantah oleh Bobby.

Berikut rangkuman terkait perselisihan antara kedua kepala daerah provinsi dan ibukota provinsi ini yang dihimpun Waspadaaceh.com, Sabtu (8/5/2021).

Bobby yang baru saja menemui wartawan di Warkop Jurnalis Medan, Jumat (7/5/2021), sebagai bagian dari silahturrahmi dan evaluasi akibat kejadian pengusiran dua wartawan di Kantor Wali Kota Medan oleh Paspampres, Polisi dan Satpol PP membantah pernyataan Kadiskominfo Sumut itu.

“Tidak ada komunikasi (dengan Gubernur) tadi malam (Kamis malam),” kata Bobby.

Bahkan Bobby tegas menyatakan keberatannya karena tidak dilibatkan dalam penentuan lokasi serta teknis penanganan WNI yang menjalani isolasi usai tiba dari luar negeri.

Bobby menilai seharusnya 1 Mei 2021, hotel ataupun tempat karantina WNI yang tiba dari luar negeri tidak dipergunakan lagi. Namun, informasi yang didapatnya dari kecamatan, malah sebaliknya. Hal itulah yang masih menjadi pertanyaannya hingga kini.

Apalagi, keluarga WNI yang menjalani karantina di hotel, sering datang menjenguk bahkan datang dari luar kota.

“Itu banyak sekali keluarga yang datang. Itu yang saya bilang kemarin satu hotel seratus lebih, itu keluarga datang. Diinformasikan tidak boleh bertemu kan tidak mungkin, keluarganya sudah datang dari luar kota dari Medan, mau mengunjungi keluarganya gak dikasi masuk terus marah,” ungkapnya.

Dia menuturkan petugas yang mengawasi tidak sepadan dengan jumlah WNI yang sedang menjalani karantina. Selain itu, Bobby juga khawatir mengenai logistik WNI selama menjalani karantina.

“Itu yang kita tanyakan bagaimana sahurnya, bagaimana buka puasa, bagaimana makan siang orang yang tidak berpuasa. Terkadang gak semua ditanggung, kalau mereka keluar hotel, siapa yang mantau.”

“Mohon maafnya dalam beberapa hari mereka masih bisa, kalau ekonominya tidak baik, kan tidak mungkin makan di hotel 5 hari, itu aja. Kira-kira Pemko Medan perlu mensupport pasukannya, kami siap,” jelasnya.

Sebelumnya beda pandangan juga terjadi terkait keberadaan kawasan kuliner Kesawan City Walk Medan, yang merupakan program Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, sebelumnya mengeritik keberadaan pusat kuliner tersebut karena dinilai menimbulkan kerumunan.

Pemko Medan sempat ditegur Gubernur Sumut Edy Rahmayadi lantaran Kesawan City Walk tak patuh PPKM Mikro terkait jam operasional. Tapi kemudian pusat jajanan ini ditutup oleh Pemko Medan. (Sulaiman Achmad)