Minggu, Juli 14, 2024
Google search engine
BerandaInforial Pemerintah AcehPengelola KEK Arun Perlu Bangun Komunikasi Bahas Komoditi Unggulan

Pengelola KEK Arun Perlu Bangun Komunikasi Bahas Komoditi Unggulan

Lhokseumawe (Waspada Aceh) – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Utara Azwardi Abdullah mengatakan, dalam mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe pihak manajemen KEK perlu membangun komunikasi antar kepala daerah sekitar dalam membahas komoditi unggulan.

Azwardi Abdullah menyampaikan hal itu di depan Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki saat mantan Pangdam IM ini meninjau KEK Arun di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe. Senin (24/10/2022).

“Saran saya kepada pengelola KEK, perlu diundang para kepala daerah di kabupaten kota baik Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Takengon, Bireuen, dan lainnya, kita duduk bersama dan membahas komoditi potensial masing-masing,” jelasnya.

Misalnya, kata dia, Aceh Utara dengan komoditas unggulan padi. Selama ini Aceh Utara penyumbang padi terbesar di Aceh, dan produksi padinya surplus. Namun selama ini pengiriman komoditas ini dari Aceh masih melalui Sumatera Utara.

Azwardi juga mendorong pengelola KEK, maupun PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) memanfaatkan pelabuhan di Aceh. Nantinya komoditas itu bisa dikirim keluar daerah baik ke Medan ataupun ekspor keluar negeri melalui pelabuhan di Aceh agar pertumbuhan bisnis di Tanah Rencong berjalan lancar.

“Komoditi potensial masing-masing daerah di Aceh bisa kita pusatkan di sini dengan memanfaatkan pelabuhan di sini, sehingga terjadi pertumbuhan ekonomi lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu PJ Gunernur Aceh Achmad Marzuki  menyambut ide Pj Bupati Aceh Utara Azwardi Abdullah, tentang salah satu cara pengembangan KEK Arun.

Dia juga mengatakan KEK Arun memiliki luas sekitar 2.600 hektare. Dari jumlah tersebut, 1.600 hekatre dikelola Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Republik Indonesia.

“Saya telah meminta PEMA dan PIM untuk memetakan lahan-lahan mana yang dapat dimanfaatkan,” katanya.

Menurutnya, KEK Arun yang sejak 2018 diresmikan, namun hingga saat ini belum menunjukan progres yang signifikan.

“Tadi dalam pemaparan, Pj Bupati Aceh Utara Azwardi Abdullah juga mengharapkan kejelasan terkait di mana lahan yang bisa digunakan sebagai gudang kopi, beras dan komoditi lainnya,” tuturnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER