Pemkab Nagan Raya Hentikan Operasional Stockpile PT PBM

    BERBAGI
    Bupati Nagan Raya HM.Jamin Idham, SE. (Foto/Zul Nagan)

    Suka Makmue (Waspada Aceh) – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan), telah menghentikan operasional PT.PBM yang telah melakukan aktivitas bidang stockpileĀ (tempat penumpukan) batu bara di Gampong Suak Puntong Kecamatan Kuala Pesisir.

    Penghentian operasional PT.PBM tersebut karena tidak mengantongi izin operasional dalam pekerjaan penumpukan batu bara dimaksud, kata Kadis DLHK Jufrizal melalui Kabid Pengawasan, Samsul Kamal, Rabu (22/9/2021).

    Menurut Samsul Kamal, luas lahan untuk pembangunan stockpile tersebut mencapai 20 hektare. Perusahaan melakukan aktivitas tanpa mengantongi izin dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.

    Untuk proses selanjutnya, kata Samsul Kamal, DLHK akan meminta rekomendasi dari Bupati Nagan Raya, untuk melakukan penyegelan di lokasi pekerjaan PT.PMB.

    Sementara itu Bupati Nagan Raya HM Jamin Idham mengatakan, perusahaan siapa pun yang melakukan aktivitas di kabupaten tersebut tanpa memiliki izin, harus dihentikan. Kata Bupati Jamin Idham, setiap perusahaan wajib untuk mengurus izin resmi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Untuk mengawasi aktivitas perusahaan yang melakukan penumpukan batu bara tersebut, Bupati HM Jamin Idham meminta kepada DLHK untuk melakukan monitoring ke lokasi.

    Bupati juga menegaskan agar DLHK serta dinas terkait lainnya, dapat melakukan pemantauan terhadap perusahaan yang beroperasi tanpa izin di Kabupaten Nagan Raya.

    “Jika menemukan perusahaan yang melakukan aktivitas secara ilegal, agar dihentikan. Dan bila perlu lakukan penyegelan lokasi pekerjaan tersebut,” kata Bupati Jamin Idham.

    Terkait penghentian operasional PT PBM, Waspadaaceh.com, telah coba melakukan konfirmasi. Tapi sayangnya hingga berita ini tayang, pihak perusahan belum merespon dan tidak mengangkat telepon ketika dihubungi wartawan. (Zul Nagan)