Jumat, Mei 24, 2024
Google search engine
BerandaPedagang di Banda Aceh Tak Perlu Tahan Pasokan

Pedagang di Banda Aceh Tak Perlu Tahan Pasokan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah Regional Sumatera – Aceh, melakukan sidak (inspeksi mendadak) di sejumlah pasar di Kota Banda Aceh, Senin (28/5/2018) untuk memastikan harga daging dan sembako masih stabil.

Beberapa pasar antara lain di Peunayong dan tempat lainnya, menjadi sasaran sidak KPPU yang didampingi Satgas Pangan dari Polda Aceh. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi adanya lonjakan harga menjelang Hari Raya Idul Fitri

Kepala KPPU wilayah regional Sumatera-Aceh, Ramli Simanjutak mengatakan, pihaknya memastikan lebih awal harga kebutuhan pokok guna melihat perbedaan harga dengan daerah lain.

Dari sejumlah daerah, lanjut Ramli, harga sembako dan daging masih relatif stabil. Dari hasil sidak tersebut KPPU beralasan bahwa tidak ada alasan pedagang untuk menaikkan harga jelang lebaran atau semasa bulan Ramadhan tahun ini. Karena stok bahan sembako dan daging masih terpenuhi di pasaran.

“Harga di pasaran masih stabil. Stok juga ada, jadi pedagang tidak perlu menaikkan harga-harga,” sebutnya usai melakukan sidak di pasar Peunayoung Banda Aceh, Senin (28/5/2018).

Jika kedapatan ada pelaku usaha di Aceh yang sengaja menahan pasokan untuk memengaruhi harga, sehingga mendapat keuntungan berlebih, KPPU akan memberikan sanksi.

Pihaknya juga sudah mengantongi siapa distributor pemasok barang ke Aceh. Kini, kata Ramli, barang di pasaran masih melimpah. Sehingga pedagang juga tidak perlu menahan pasokan yang ada demi mendapat keuntungan berlebih.

“Kalau kita temukan pasti kita berikan sanksi, kita sudah tau siapa-siapa pemasoknya ke sini (Aceh),” ucapnya. Begitupun harga daging ayam, kini mulai turun.

Terkait harga daging sapi yang sempat melambung tinggi di awal Ramadhan di Aceh hingga perkilogram nya mencapai Rp180 ribu. Menurut Ramli itu beralasan, karena di Aceh ada tradisi meugang. Jadi hampir setiap tahun harga daging naik.

“Sekarang sudah turun jadi Rp125 ribu perkilogram. Jadi kenaikan kemarin itu memiliki alasan, yaitu terkait tradisi meugang di Aceh,” sebutnya.

Seorang pedagang daging sapi di pasar Peunayong, Burhan menyebutkan, sejak pertama puasa harga daging memang mulai berangsur menurun hingga mencapai Rp120 ribu perkilogram. “Dari awal puasa kemarin sudah turun,” katanya. (cdr)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER