Pasca Kenaikan BBM, Harga Bahan Pokok di Banda Aceh Relatif Stabil

    BERBAGI

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan dunia akan terjun ke jurang resesi pada 2023. Resesi ini dipicu inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga acuan di tengah lonjakan harga energi dan pangan.

    “Paska kenaikan harga BBM, harga bahan pokok di Kota Banda Aceh relatif stabil. Hasil monitoring yang dilakukan oleh TPID diketahui bahwa beras menjadi salah satu bahan pokok yang mengalami kenaikan harga. Sementara itu komoditi seperti bawang merah, cabe, serta minyak goreng justru mengalami penurunan dari harga beberapa pekan yang lalu,” kata Pengamat Perkotaan Muhammad Rafsanjani kepada wartawan, Selasa (4/10/2022).

    Rafsanjani juga mengapresiasi kinerja Pj Wali Kota Banda Aceh Bakri Siddiq dan tim Pemko dalam pengendalian harga bahan pokok. Menurutnya, di tengah inflasi yang mengancam perekonomian, belum terjadi kelangkaan bahan pokok di Banda Aceh.

    “Faktor kenaikan bahan bakar minyak memang berdampak kepada laju inflasi, terutama di pusat perdagangan dan jasa seperti Kota Banda Aceh. Namun dengan kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok yang relatif aman untuk sebulan ke depan, saya merasa inflasi tersebut masih terkendali,” ujarnya.

    Apalagi, laju inflasi di Kota Banda Aceh cenderung fluktuatif. Pada bulan Agustus, Kota Banda Aceh berhasil mencatatkan deflasi sebesar 0,32%.

    “Namun per 3 September 2022, pemerintah resmi menaikkan harga BBM dan dampaknya memicu terjadinya inflasi yang mulai kita rasakan saat ini. Terbukti bensin, solar, dan angkutan umum menjadi penyumbang inflasi paling besar selain beras,” jelasnya.

    Rafsanjani juga menyinggung gerak cepat Pemerintah Kota Banda Aceh dalam menciptakan ketahanan pangan di Kota Banda Aceh. Menurutnya, pemberdayaan ketahanan pangan di tingkat gampong berupa pangan nabati dan hewani sesuai dengan karakteristik gampong yang dilakukan Pemerintah Kota Banda Aceh adalah tindakan yang tepat.

    Terakhir, Rafsanjani berharap Pj Wali Kota Banda Aceh dapat fokus untuk mengendalikan inflasi dan menyelesaikan segala permasalahan yang tengah terjadi.

    “Saya percaya Mendagri tahu betul kapasitas seorang Bakri Siddiq sehingga beliau diberi kepercayaan untuk mengabdi sebagai Pj Wali Kota Banda Aceh,” tegasnya. (*)