Senin, Juni 24, 2024
Google search engine
BerandaInforial Pemerintah AcehNova Iriansyah: Pemerintah Aceh Komit Jalin Kemitraan dengan India

Nova Iriansyah: Pemerintah Aceh Komit Jalin Kemitraan dengan India

Jakarta — Pemerintah Aceh saat ini ingin mengejar pertumbuhan ekonomi dalam kemitraan yang erat dengan negara-negara lain, terutama dengan India.

Pelaksan Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dalam sebuah forum bisnis antara Indonesia dengan India yang diselenggarakan di Hotel Aryaduhata, Jakarta Pusat, Senin (25/11/2019), mengatakan, Pemerintah Aceh cukup senang memiliki kesempatan untuk menghadiri pertemuan bisnis dengan para pemangku kepentingan bisnis dari India sebagai bagian dari upaya diplomasi ekonomi untuk meningkatkan kerjasama potensial.

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh, Pemerintah Aceh memiliki kebijakan dan peraturan yang mendukung kerja sama dengan lembaga internasional. Pemerintah Aceh bersama dengan Pemerintah Pusat berkomitmen menjalin kemitraan guna mempromosikan Provinsi Aceh sebagai salah satu tujuan terbaik di kawasan ini untuk investasi,” jelas Nova.

Kata Nova, Pemerintah Aceh juga memiliki infrastruktur pendukung terbaik di wilayah ini dalam hal jalan, bandara, pelabuhan, dan listrik. Di sektor energi, jelasnya, Pemerintah Aceh mencari investor potensial untuk membangun dan menjalankan pembangkit listrik terbarukan seperti panas bumi dan tenaga air yang berlimpah sumber dayanya.

“Proyek ini sejalan dengan kampanye nasional 35.000 MW yang diprakarsai oleh presiden kita Bapak Joko Widodo belum lama ini,” jelas Nova.

Nova juga menyinggung terkait industri pariwisata Aceh, Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong Aceh, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, yang terbuka untuk investor yang hendak menanamkan modalnya di Serambi Mekkah. Pemerintah Aceh, lanjutnya, juga membuka peluang investasi di zona industri strategis, baik untuk membangun pabrik atau berbagai bisnis industri.

Investasi potensial lainnya adalah KEK Arun Lhokseumawe. Ini dirancang untuk menjadi bagian dari jaringan produksi global untuk kegiatan manufaktur bernilai tambah dalam minyak dan gas, petrokimia, energi dan industri agro.

Terakhir, Nova mengatakan, melihat pertumbuhan sektor pariwisata di Sabang yang dianggap sebagai salah satu tujuan wisata terbaik di Aceh, tentu sangat menjanjikan untuk meningkatkan akses ke Sabang melalui perjalanan udara baik untuk wisatawan domestik maupun internasional.

“Pembukaan hubungan udara baru Sabang-Phuket, jelas telah menjadi fokus untuk meningkatkan koneksi antar provinsi di sub wilayah. Untuk merealisasikan hal ini, Sabang membutuhkan bandara yang dapat menampung pesawat berbadan lebar,” jelas dia.

Sementara itu Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, mengatakan secara historis hubungan antara India dan Indonesia sangat dekat. Hal tersebut dibuktikan ketika ibukota negara pindah ke Yogyakarta, satu-satunya kedutaan yang ikut adalah India.

“Oleh karena itu, kita serius menjalin hubungan kerjasama ini di berbagai sektor, seperti sektor konstruksi, rumah sakit dll. Dengan kata lain, perkembangan kerjasama tersebut harus segera direalisasi, seperti pembangunan rumah sakit di Sabang yang sebelumnya telah disinggung oleh bapak Plt Gubernur Aceh,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Aceh sudah bertemu untuk kelima kalinya dengan Pemerintah India, dalam hal ini diwakili oleh Duta Besar untuk membicarakan berbagai kerjasama tersebut. Selain itu, kedua belah pihak juga telah berkomitmen penuh dalam implementasi kerjasama itu.

Hadir dalam acara tersebut, Consellor Economic and Commersial, Mr. V Narayanan, dan sejumlah perusahaan India yang beroperasi di Indonesia. Sementara dari Aceh tampak hadir Kepala Dinas Energi Sumber Daya Manusia (ESDM), Mahdi Nur, Ketua Kadin Aceh, Makmur Budiman, dan staf ahli Plt Gubernur, Iskandar. (Ria/ks)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER