Banda Aceh (Waspada Aceh) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Aceh telah mencapai hampir 50 persen. BPS optimistis seluruh tahapan pendataan dapat diselesaikan tepat waktu dengan dukungan masyarakat dan pemerintah daerah.
Kepala BPS Provinsi Aceh Agus Andria, mengatakan, masih tersedia waktu sekitar 1,5 bulan untuk menuntaskan pendataan seluruh pelaku usaha di Aceh.
“Alhamdulillah, dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak, capaian kita sudah hampir 50 persen. Kami berharap seluruh masyarakat, terutama pelaku usaha dan perusahaan, dapat memberikan data yang benar dan lengkap,” kata Agus usai kegiatan sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Minggu (12/7/2026).
Agus mengimbau masyarakat tidak ragu menerima petugas sensus. Menurut dia, seluruh data yang dihimpun BPS dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
“Jangan khawatir. Data yang diberikan masyarakat dijaga kerahasiaannya dan tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan maupun tujuan lain di luar statistik. Yang kami harapkan adalah data yang benar agar hasil sensus benar-benar berkualitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mendata masyarakat, tetapi juga seluruh aktivitas usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga perusahaan berskala besar. Data tersebut nantinya menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan ekonomi dan pembangunan.
Meski progres pendataan berjalan positif, Agus mengakui masih ada sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya adalah pendataan sektor konstruksi karena banyak perusahaan yang berpindah lokasi atau sudah tidak lagi beroperasi sehingga membutuhkan penelusuran lebih lanjut.
“Kita harus melacak keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut agar seluruh data yang dikumpulkan benar-benar akurat,” katanya.
Di sisi lain, Agus mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat Aceh selama pelaksanaan sensus. Menurutnya, petugas sensus sejauh ini diterima dengan baik oleh warga.
“Alhamdulillah masyarakat Aceh sangat kooperatif. Bahkan ada petugas yang disambut warga dan diberi rambutan karena sedang musim. Ini menunjukkan masyarakat menerima pelaksanaan sensus dengan baik,” ujarnya.
Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 dikemas dalam kegiatan senam bersama yang dihadiri jajaran Pemerintah Aceh, Forkopimda, , petugas sensus, dan masyarakat.
Acara juga dirangkai dengan simbolis pemakaian rompi petugas Sensus Ekonomi 2026 oleh Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun, Kepala BPS Aceh, Wali Kota Banda Aceh, serta unsur Forkopimda yang diiringi tabuhan rapa’i.
Panitia turut membagikan berbagai doorprize kepada peserta sebelum kegiatan ditutup dengan nonton bareng pertandingan Piala Dunia antara Argentina dan Swiss.
Dalam kesempatan yang sama, Sekda Aceh M. Nasir Syamaun menegaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan pemerintah.
“Kalau datanya tidak akurat, maka hasil keputusan atau kebijakannya juga akan bermasalah. Karena itu mari kita dukung Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar,” kata Nasir. (*)



