Mutu Pendidikan Meningkat, Anggota DPRA Ali Basrah Apresiasi Dewan Guru di Aceh

    BERBAGI
    Ketua Fraksi Partai Golkar DPRA, H.Ali Basrah. (Foto/Kia Rukiah)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Ali Basrah, memberikan apresiasi kepada dewan guru di Aceh karena menurutnya mutu pendidikan di Aceh mulai membaik.

    Hal itu disampaikan Ali Basrah kepada Waspadaaceh.com di ruang Fraksi Golkar DPRA, Kamis (2/9/2021), terkait semangat memperingati Hari Pendidikan Daerah (HARDIKA).

    “Berkaitan dengan Hardikda yang jatuh pada 2 September, semangat yang kita gaungkan mengarah kepada kualitas ataupun mutu pendidikan, baik SD, SMP, SMA maupun SMK,” kata Ali Basrah yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD I Partai Golkar Aceh itu.

    Dia menuturkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, mutu pendidikan di Aceh pada tahun 2021 sudah mulai membaik dibandingkan dengan tahun 2020.

    Menurutnya, dalam menentukan pendidikan itu berhasil, dapat diukur dari beberapa aspek, di antaranya dengan rata-rata hasil ujian nasional. Kemudian juga dapat diukur dengan banyaknya siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri, baik daerah maupun di luar provinsi.

    “Pada tahun 2021, lulusan kita itu lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu bisa kita lihat juga dari jenjang SMA, SMK yang diterima di jenjang pendidikan kedinasan, seperti IPDN, STT PLN dan juga di dunia usaha, seperti industri yang direkrut dari sekolah kejuruan,” lanjutnya.

    Atas keberhasila tersebut Ali Basrah mengapresiasi para stake holder, walau belum sempurna sepenuhnya.

    “Saya secara pribadi mengucapakan terimakasih kepada guru-guru kita, kepada kepala sekolah, pengawas, orangtua, masyarakat dan Dinas Pendidikan Aceh atas segala pengabdian, pengorbanan, perjuangan untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Apalagi di daerah-daerah terpencil yang begitu banyak memiliki keterbatasan, baik di bidang sarana, maupun bidang SDMnya,” tuturnya.

    Sebab itu, Ali Basrah meminta kepada Pemerintah Aceh untuk memberikan penghargaan kepada guru maupun sekolah agar mereka merasa betul-betul dihargai, dihormati atas capaian prestasinya.

    Di samping apresiasi tersebut, dia juga mengatakan, pendidikan masih perlu dievaluasi, dikoreksi terhadap beberapa permasalahan yang belum teratasi sampai saat ini.

    Salah satunya, sebut mantan Wakil Bupati Aceh Tenggara ini, beberapa sekolah di kabupaten di jenjang SMA belum bisa mendapatkan akses jaringan internet. Sedangkan keadaan sekarang menuntut siswa belajar dengan berbasis IT. Kemudian, kendala lain, sebut Ali Basrah, pemerataan SDM guru yang belum tercapai.

    Jadi menurutnya, dari berbagai persoalan pendidikan tersebut memerlukan campur tangan pemerintah untuk melakukan kerjasama kepada pihak terkait yang memiliki kapasitas demi meningkatkan mutu pendidikan yang semakin baik.

    “DPRA dan Pemerintah Aceh akan terus berusaha dan berupaya untuk saling melengkapi terkait dengan kendala, tantangan dan kelemahan yang saat ini belum teratasi di bidang pendidikan,” tutupnya. (**)