Beranda Pariwara Menuju Aceh Carong, Dinas Pendidikan Aceh terus Tingkatkan SDM Siswa SMK

Menuju Aceh Carong, Dinas Pendidikan Aceh terus Tingkatkan SDM Siswa SMK

BERBAGI
Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh, Azizah, S.Pd, M.Pd. (foto/Cut Nauval D).

“Sudah semestinya SMK bersama IDUKA (industri, dunia usaha, dunia kerja) bermitra bergandengan tangan untuk menghasilkan SDM yang siap pakai dan mandiri”

— Azizah, Kabid Pembinaan SMK Disdik Aceh —

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Provinsi Aceh terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Upaya itu dilakukan agar SMK dapat menghasilkan lulusan yang berkarakter, kompeten, profesional, kompetitif, yang siap bersaing di dunia industri, dunia usaha dan dunia kerja (IDUKA).

Kepala Dinas pendidikan Aceh, Alhudri, melalui Kepala Bidang Pembinaan SMK, Azizah, mengatakan tujuan pendidikan di sekolah SMK di antaranya adalah meningkatkan kemampuan peserta didik untuk dapat mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyiapkan peserta didik untuk memasuki lapangan kerja dan berwirausaha.

Selain itu, tambahnya, untuk melanjutkan para lulusan sekolah kejuruan dipersiapkan dapat bekerja dan berwirausaha sehingga nantinya minimal dapat menghidupi diri sendiri melalui industri kecil dan menengah yang ada di Aceh.

Bekerjasama dengan IDUKA

“Maka sudah semestinya SMK bersama IDUKA (industri, dunia usaha dan dunia kerja) harus bermitra bergandengan tangan untuk menghasilkan SDM yang siap pakai dan mandiri,” kata Azizah saat ditemui Waspadaaceh.com di kantornya, Kamis (2/9/2021).

Kerjasama dengan IDUKA, kata dia, idealnya terjadi mulai dari merencanakan model pembelajaran, melakukan pembelajaran hingga penyerapan lulusan. Secara bersama mewujudkan SDM yang diinginkan sesuai kebutuhan perusahaan atau mampu berwirausaha, lanjut Azizah.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, menyaksikan penandatanganan MoU antara SMK di Aceh Tengah dan Bener Meriah dengan Yayasan Jissho Jepang, Selasa (5/4/2021). (Foto/Ist)

Azizah menyebutkan, terdapat 218 SMK se-Provinsi Aceh. Untuk mencapai tujuan yang tepat dalam mempersiapkan sumber daya manusia jangka panjang sesuai bidang keahlian, SMK tentunya harus memperhatikan potensi wilayah dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Kreatif dan Inovatif di Masa Pandemi

Pada masa pandemi COVID-19, kata Azizah, tentu proses pembelajaran bagi siswa SMK memiliki tantangan berat. Sehingga, kata dia, membutuhkan kreativitas dan inovasi dari para pendidik dan stakeholder terkait dalam kelancaran proses pembelajaran untuk beradaptasi sesuai antara kondisi dan kebutuhan pasar.

Namun, tambahnya, meski di masa pandemi, dia sangat bangga dan mengapresiasi semangat para tenaga pendidik yang terus berusaha dan berupaya dengan maksimal membimbing para siswanya

“Kita baru saja menyelesaikan satu event unjuk kebolehan dan kemampuan para siswa SMK, yaitu kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK se-Aceh secara Luring untuk melihat secara langsung kemampuan dan keterampilan siswa,” katanya.

Azizah mengatakan, LKS merupakan salah satu ajang bergengsi yang turut dilombakan secara nasional setiap tahunnya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memotivasi siswa memperkuat karakter, produktif, kreatif dan inovatif bagi siswa, kata Azizah.

Kadisdik Aceh, Drs.Alhudri, MM, saat membuka kegiatan Pelatihan Mobile Training Unit (MTU)-1 Angkatan ke-7 di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Rabu (1/9/2021). (Foto/Ist)

“Ajang LKS ini salah satu sarana untuk menambah semangat belajar, berjuang, berinteraksi dan berbuat nyata dalam keahliannya. Karena dalam LKS peserta diuji kemampuannya sesuai kategori yang dilombakan, cara kerjanya. Dan hasil karya siswa langsung dinilai oleh pakarnya yang menjadi dewan juri, baik dari juri lokal hingga juri nasional, dari pelaku usaha maupun dari pakar kompeten lainnya,” tutur Azizah.

Para siswa yang berhasil meraih juara pertama di tingkat provinsi, lanjut Azizah, maka mereka berhak mewakili Aceh untuk berlomba LKS tingkat Nasional yang akan dilaksanakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud pada bulan Oktober 2021 secara daring.

Dalam momen Hardikda ke-62 ini, yang mengusung tema “Dengan merdeka belajar prestasi tumbuh dan tangguh menuju Aceh Carong,” dalam mengisi arah dan kebijakan pendidikan yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu, Azizah menyampaikan bahwa dunia pendidikan SMK harus memiliki kemampuan dan berdaya saing.

Kata Azizah, hal itu harus ditunjang dengan kemampuan softskill seperti berkomunikasi, berpikir kritis, serta mampu bekerjasama. Aspek penunjang lain yaitu berkarakter, mandiri, kreatif inovatif dan bertanggung jawab.

“SMK bisa, SMK hebat, SMK harus Bisa Hebat,” tegasnya bersemangat. (pariwara)