Senin, Juni 24, 2024
Google search engine
BerandaAcehMerugi 3 Tahun, SBI Cetak Laba di Tahun 2019

Merugi 3 Tahun, SBI Cetak Laba di Tahun 2019

Banda Aceh (Waspada Aceh) – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) berhasil mencetakan laba di tahun 2019 setelah merugi selama 3 tahun sebelumnya secara berturut-turut. SBI berhasil menutup tahun 2019 dengan peningkatan pendapatan sebesar 6,55%, dan membukukan laba Rp499 miliar dibandingkan tahun 2018.

Dalam keterangan tertulis perusahaan yang diterima waspadaaceh.com, Senin (2/3/2020), volume penjualan semen dan terak naik 4,80% dibandingkan tahun 2018, sebagai hasil peningkatan utilisasi, serta sistem distribusi dan pemasaran
yang terintegrasi dengan SIG.

Alhasil, perusahaan yang salah satu pabriknya berada di kawasan Lhok Nga, Aceh Besar itu, berhasil menekan Beban Pokok Pendapatan hingga 6,43%. SBI terus fokus ciptakan inovasi-inovasi baru untuk keberlanjutan perseroan di masa depan.

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) mengumumkan kinerja keuangan perusahaan tahun buku 2019 dengan laba. Berikut ringkasan perbandingan kinerja 2019 (diaudit) dalam grafis berikut.

31 Desember 2019
Volume penjualan Semen dan Terak (dalam ribu ton) mencapai 12.352, dengan Pendapatan Rp11.058 miliar, laba kotor Rp2.885 miliar, EBITDA Rp1.779 miliar. Lalu, laba sebelum Bunga dan Pajak Penghasilan Rp1.246 miliar serta Laba tahun berjalan Rp499 miliar.

Dengan perbandingan, 31 Desember 2018
Volumen penjualan Semen dan Terak (dalam ribu ton) mencapai 11.786, dengan Pendapatan Rp10.378 miliar, laba kotor Rp1.643 miliar, EBITDA Rp1.083 miliar. Lalu, laba sebelum Bunga dan Pajak Penghasilan Rp39 miliar serta Rugi tahun berjalan Rp828 miliar.

“Untuk kinerja tahun 2019, di tengah pasar yang relatif stagnan dan kelebihan pasokan yang masih membayangi industri semen nasional, SBI mampu meningkatkan kinerja signifikan sejak bergabung dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG pada awal tahun 2019. Bahkan membalikkan kinerja dengan kembali mencetak laba positif dibandingkan kerugian yang dialami perseroan sejak tahun 2016 silam,” kata Presiden Direktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Aulia M Oemar.

Aulia mengatakan, Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat industri semen domestik tumbuh tipis 0,3% pada tahun 2019 atau mencapai volume penjualan sebesar 69,8 juta ton. Realisasi ini jauh di bawah ekspektasi pertumbuhan 4,8% yang diproyeksikan sebelumnya.

Sedangkan penjualan ke pasar ekspor pada tahun 2019 mencapai 6,4 juta ton atau naik 11,8% dari 5,7 juta ton pada tahun 2018.

“Sinergi yang terbangun dan semakin kuat bersama SIG, membantu mendongkrak volume penjualan pada tahun 2019 lebih tinggi dari pertumbuhan pasar menjadi 12,3 juta ton atau naik 4,80% dari 11,8 juta ton pada tahun 2018 dan mempertahankan pangsa pasar,” jelasnya.

Aulia menjelaskan, peningkatan volume ini didorong oleh peningkatan penjualan semen dan terak domestik sebesar 5,01% menjadi 11,8 juta ton dari 11,3 juta ton pada tahun 2018, serta peningkatan volume penjualan beton jadi (ready-mixed concrete) sebesar 3,19% menjadi 1.501 m3 pada tahun 2019 dari 1.454 m3 pada tahun sebelumnya.

“Kombinasi peningkatan volume dan kekuatan merek produk perseroan, mampu meningkatkan pendapatan menjadi Rp11,06 triliun atau naik 6,55% dari Rp10,38 triliun pada tahun sebelumnya. EBITDA naik 64,29% menjadi Rp1,78 triliun pada tahun 2019 dari Rp1,08 triliun pada tahun 2018,” ungkapnya.

Dia menuturkan program efisiensi yang dijalankan oleh perseroan sepanjang tahun 2019, mampu membantu menurunkan beban pokok pendapatan sebesar 6,43%. Sehingga perseroan mampu meningkatkan Laba Sebelum Bunga & Pajak Penghasilan dan akhirnya mencetak Laba Bersih sebesar Rp499 miliar.

Pada tahun 2019, SBI meluncurkan “Dynamix” sebagai merek dagang semen yang baru. Mengusung slogan “Berani Berubah Lebih Baik,” merek baru ini merupakan bagian dari proses integrasi paska akuisisi oleh SIG pada awal tahun 2019, serta transformasi perseroan untuk memberikan nilai tambah sesuai dengan kebutuhan pelanggan, dan inovasi bahan bangunan yang berorientasi pada masa depan.

Pada tahun yang sama, SBI juga meresmikan pusat distribusi semen yang baru di Tanjung Api Api, Banyuasin, Palembang. Memiliki daya tampung 5.000 ton, kehadiran gudang semen ini merupakan upaya perseroan untuk lebih mendekatkan diri dengan pelanggan, dan menunjang kebutuhan pembangunan di Sumatera Selatan.

Sejak bergabung bersama SIG pada awal tahun 2019 lalu, SBI secara konsisten mencatatkan perbaikan kinerja perseroan yang tercermin pada peningkatan pendapatan dan perolehan laba secara bertahap. Selain kekuatan jaringan operasi dan distribusi, sinergi dengan SIG juga melengkapi portfolio solusi inovatif untuk memenuhi kebutuhan pembangunan yang beragam.(Sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER