Rabu, Februari 21, 2024
Google search engine
BerandaLaporan KhususMenggapai Harapan Melalui Investasi Emas di Pegadaian

Menggapai Harapan Melalui Investasi Emas di Pegadaian

“Tren investasi emas di Aceh menunjukkan peningkatan setiap tahunnya”

— Moulisa Nur Prastiwi —-

Rasa was-was didera kesulitan keuangan di hari tua kerap dialami masyarakat Indonesia. Padahal pada era sekarang banyak pilihan untuk mempersiapkan hari tua, salah satunya melalui investasi yang kian mudah dilakukan tanpa sekat usia. Seperti investasi emas yang ditawarkan Pegadaian sebagai solusi yang mudah dan murah.

Sebagai salah satu lembaga keuangan terpercaya, Pegadaian telah memberikan banyak pilihan jasa bagi masyarakat. Mulai dari pembiayaan berbasis gadai hingga investasi emas yang bisa diakses melalui aplikasi Pegadaian Digital.

Terkait layanan investasi emas ada berbagai macam produk yang ditawarkan oleh Pegadaian. Di Pegadaian terdapat tiga jenis investasi berbasis emas, yaitu model pembelian emas secara tunai, angsuran dan berupa tabungan emas. Lewat tabungan emas Pegadaian, misalnya, nasabah dapat menitipkan saldo dengan gramasi mulai dari 0,01 gram.

Sesungguhnya sejak zaman dahulu hingga sekarang, investasi emas atau logam mulia masih menjadi primadona dan andalan bagi masyarakat Aceh. Sehingga wajar bila program investasi emas Pegadaian mendapatkan apresiasi dari masyarakat di Aceh.

Investasi Emas Terus Meningkat

Kantor Cabang Pegadaian Syariah (CPS) Banda Aceh di Jalan Imam Bonjol No. 14 Banda Aceh, sejak pukul 08.00 WIB, sudah tampak disambangi beberapa orang. Kebanyakan yang datang pada hari itu, Selasa (4/4/2023), adalah ibu-ibu yang hendak menggadaikan barang berharga atau banyak pula yang datang untuk menabung emas.

Pimpinan Cabang Pegadaian Syariah Banda Aceh, Moulisa Nur Prastiwi menuturkan, tren investasi emas di Aceh menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Hal ini ditunjukkan dari data internal Kantor Cabang Pegadaian Syariah Banda Aceh yang konsisten.

Tahun 2021 tercatat sekitar 14.300 nasabah investasi emas, sementara tahun 2022 terjadi kenaikan hingga mencapai 15.500. Data per tanggal 2 April 2023 jumlah nasabah investasi emas sebanyak 15.882. Hal ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

“Pada umumnya yang investasi emas dominannya dari kalangan ibu-ibu. Sebagian generasi muda pun sudah mulai berinvestasi,” kata Moulisa saat ditemui Waspadaaceh.com di ruang kerjanya.

Investasi Emas Beri Keuntungan

Cut Zuraida, 68 tahun, warga Kota Banda Aceh, salah satu investor emas di Kantor Cabang Pegadaian Syariah Banda Aceh. Ibu tiga anak ini tidak ingin menjadi beban finansial bagi anak-anaknya. Sejak tahun 2016, Cut Zuraida sudah memilih memanfaatkan layanan Tabungan Emas di Pegadaian.

“Apalagi saat butuh biaya untuk pengobatan, tabungan emas ini  bisa saya cairkan kapan saja. Bisa memberi keuntungan jika melihat perkembangan harga emas saat lagi naik atau turun,” Kata Cut  Zuraida yang ditemani anak dan cucunya  saat mendatangi Kantor CPS Banda Aceh, Selasa (4/4/2023).

Menurutnya memiliki emas mampu menjaga ketahanan finansial. Sifat emas yang mudah dijual kembali menjadi kombinasi yang tepat untuk investasi sebagai simpanan di hari tua.

“Saya memilih layanan Tabungan Emas, sistemnya praktis dan mudah seperti menabung uang yang nantinya dijadikan dalam bentuk saldo emas. Jadi berapa saja kita ada uang sudah bisa menabung emas mulai dari 10 ribu rupiah saja,” kata Cut Zuraida yang pensiunan PNS tersebut.

Cut Zuraida yang suaminya meninggal akibat tsunami tahun 2004 lalu, kini menjadi tulang punggung keluarganya. Saat dia mengalami kesulitan keuangan untuk kebutuhan hidup dan biaya untuk ketiga anaknya, maka Pegadaian menjadi solusi untuk menyelesaikannya.

Kemudahan itu juga dirasakan oleh Sri Murni, 58 tahun, warga Desa Garut Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar Provinsi Aceh. Ibu rumah tangga yang berwirausaha ini sudah lama menjadi nasabah Pegadaian. Sejak  2017 ia memanfaatkan produk dan layanan Pegadaian selain untuk perputaran modal usaha dan juga untuk simpanan menuju usia senja.

Ibu dua anak ini kesehariannya berjualan berbagai produk pakaian, parfume dan membuat kerajinan aksesoris wanita. Pegadaian menjadi sahabat utama yang mendukung usahanya.

Sri mulai tertarik mengikuti program Tabungan Emas Pegadaian, karena menilai lebih praktis dan menghasilkan keuntungan lebih besar. Investasi emas ini pun menjadi bisnis baru baginya.

Mulanya ia menganggap sulit untuk memulai investasi emas, karena uang yang dibutuhkan untuk membeli emas tentu tidak sedikit. Tapi ternyata Pegadaian menawarkan kemudahan dengan pilihan investasi berupa tabungan emas maupun sistem angsuran (cicilan).

“Kalau barang dagangan saya laku, saya sering menyimpan uang di Tabungan Emas. Kalau butuh modal kembali, saya juga bisa menjualnya lagi, dan menabung kembali ketika sudah mendapatkan keuntungan,” jelasnya.

Di usia paruh baya sekarang ini, menyimpan emas selain bertujuan persiapan di hari tua, Sri mempersiapkan segalanya untuk keluarga termasuk menabung emas untuk membantu kebutuhan mahar dan pesta pernikahan sang anak.

“Menabung emas ini juga untuk berjaga-jaga, barangkali nanti untuk melamar calon anak saya dan untuk pesta,” tuturnya.

Sri memilih layanan Tabungan Emas karena bisa menabung dengan mudah dan bisa membeli emas sesuai ukuran yang diinginkan, yakni mulai dari 0,5 gram dan seterusnya. “Investasi emas di Pegadaian pun sangat mudah dan praktis. Sekarang menabung emas pun semudah isi pulsa,” jelasnya.

Sri juga kerap memantau pergerakan harga emas setiap harinya untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli emas maupun ketika ingin menjualnya. Dia bercerita saat pandemi COVID-19 melanda, tahun 2020 harga emas antam menembus Rp600 ribu per gram, sementara tahun ini, harga emas ‘berkilau’ menjadi Rp1.1 juta per gram.

Investasi emas, kata Sri, menjadi pilihan yang sangat tepat untuk saat ini, karena nilainya yang cenderung naik. Ditambah lagi, emas sewaktu-waktu bisa diuangkan, terutama jika ada keperluan mendesak.

Petugas sedang memperlihatkan produk emas atau logam mulia di Galeri 24 kantor Cabang Pegadaian Syariah Banda Aceh. (Foto/Cut Nauval Dafistri)

Emas, Investasi Tak Lekang oleh Waktu

Update terkini  harga emas  batangan di PT Pegadaian mengalami kenaikan. Pada  Kamis (5/4/2023) ini mencapai Rp1.126.000 per gram dibanding Sabtu yang  lalu (18/3/2023) yakni Rp1.1105.000 per gram.

Moulisa Nur Prastiwi mengatakan, naiknya harga emas ini juga memengaruhi daya beli masyarakat. Moulisa juga menilai meningkatnya masyarakat Aceh untuk berinvestasi emas di CPS Banda Aceh terus terlihat berkat sosialisasi yang gencar dilakukan di beberapa instansi, pasar, ke sekolah maupun universitas. Selain itu, Moulisa menilai pemahaman masyarakat tentang manfaat investasi emas sudah semakin tertanam.

“Investasi untuk emas  di CPS Banda Aceh pun semakin meningkat. Kalau di Aceh investasi emas ini sudah menjadi tradisi sejak dahulu,” katanya.

Pegadaian ingin menularkan ‘semangat emas’ kepada masyarakat dalam membangun masa depan dengan berinvestasi maupun menjadi solusi pembiayaan untuk mengembangkan kreativitas.

Selain itu Pegadaian juga menawarkan investasi produk mulia syariah ultimate, yang dapat menjadi salah satu alternatif masyarakat untuk melakukan investasi emas batangan. Produk mulia adalah pelayanan pembelian emas batangan secara angsuran dan tunai, baik secara individual maupun kelompok.

Emas batangan pada produk mulia ini bisa dibeli mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram, dan jangka waktu angsuran mulai dari 3 bulan sampai dengan 36 bulan.

“Kalau sistem pembelian tunai bisa membeli langsung di galeri 24 (anak perusahaan Pegadaian). Namun kalau model angsuran (cicilan) bisa di Pegadaian langsung atau melalui aplikasi pegadaian syariah digital. Nasabah perlu membayar DP sebesar 15% dari emas yang ingin dibeli setelah itu mereka tinggal mencicil. Kalau sudah lunas, emasnya bisa diambil,”jelasnya.

“Melalui Pegadaian Syariah Digital, nasabah tidak perlu antri di loket sehingga selain mudah, juga cepat dan akurat. Investasi yang tepat adalah investasi emas di Pegadaian yang sudah terjamin keamanannya,” lanjut Moulisa.

Makin Bersinar dengan Investasi Emas

Pakar ekonomi di Aceh menilai, tabungan dan investasi emas adalah langkah yang bagus untuk menjaga ketahanan ekonomi. Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Prof. Mukhlis Yunus, menuturkan, investasi emas dapat dianggap sebagai salah satu bentuk investasi yang relatif stabil dan aman dari fluktuasi nilai tukar atau inflasi.

Dengan berbagai macam jenis investasi yang ada, sejak zaman dahulu hingga sekarang, investasi emas atau logam mulia masih menjadi primadona bagi masyarakat Aceh.

“Masyarakat Aceh lebih percaya pada komoditas emas dibandingkan dengan komoditas lain. Nilai emas yang relatif stabil merupakan pilihan tepat karena produktif, dinamis, mudah memberi keuntungan dan mudah untuk dikawal,” tuturnya kepada Waspadaaceh.com, Kamis (6/4/2023).

Sebagai komoditas ini bernilai tinggi, harga emas dipengaruhi oleh persediaan dan permintaan emas dunia, kondisi pasar, dan kurs mata uang. “Ini artinya, memanfaatkan emas sebagai investasi di hari tua juga merupakan keputusan yang tepat. Baik itu emas antam/batangan atau emas perhiasan,” lanjutnya.

Emas sudah menjadi gaya hidup bagi orang Aceh. Mayoritas masyarakat Aceh menyisihkan sebagian penghasilannya untuk menabung dalam bentuk emas. Prof Mukhlis Yunus mengatakan zaman dahulu orang Aceh banyak yang bisa berangkat ke haji, karena yang disimpan yaitu emas. Padahal berangkat haji di masa lalu jauh lebih mahal dibandingkan zaman sekarang. Mereka sempat  menyimpan emas untuk jaminan di hari tua.

“Siapa yang memiliki emas, ia telah memiliki garansi secara ekonomi. Karena harganya juga cenderung meningkat dan dapat menjadi instrumen untuk pengembangan bisnis masa depan,” jelasnya.

Seperti disampaikan sebelumnya oleh Moulisa Nur Prastiwi, investasi emas di Aceh kini menjadi pilihan popular kaum ibu dalam memersiapkan masa depan keluarganya. Ini tentu didasari oleh kepercayaan bahwa investasi emas lebih aman dan menjanjikan keuntungan bagi investornya. Melihat kenyataan itu, Pegadaian telah mampu menjawab keinginan masyarakat Aceh untuk merencanakan masa depannya menjadi lebih terjamin dan aman.  (Cut Nauval Dafistri)

  • Tulisan ini disertakan dalam Lomba Karya Jurnalistik oleh PT Pegadaian bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI).
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments