Senin, Juni 17, 2024
Google search engine
BerandaMendagri Ajak Pemda Belajar dari "Tsunami" COVID-19 di India

Mendagri Ajak Pemda Belajar dari “Tsunami” COVID-19 di India

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Mendagri RI, Tito Karnavian, mengajak pemerintah daerah belajar dari ‘tsunami’ Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) India, Negara Asia Selatan itu yang kini dalam kondisi mencekam.

Saban hari ratusan ribu warganya terinfeksi virus corona. Angka kematian melonjak tajam. Petugas rumah sakit pun mulai kewalahan memenuhi kebutuhan oksigen bagi pasien yang diserang sesak nafas.

Bahkan, petugas pemulasaran jenasah pun kini mulai kesulitan memperoleh kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan kremasi ribuan korban COVID-19 di India.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani kepada awak media di Banda Aceh, usai mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan COVID-19 secara virtual di Pendopo Gubernur Aceh, Senin (3/5/2021).

Pada rapat koordinasi yang diikuti Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, bersama Forkopimda dan seluruh gubernur bersama Forkopimda setanah air itu, Menteri Tito mengatakan, tiga event yang menciptakan kerumunan massa diduga telah memicu gelombang kedua pandemia COVID-19 di India.

Ketiga even tersebut, pemilu daerah (Pilkada) di lima negara bagian, acara ritual keagamaan, dan pesta olah raga nasional (Cricket) yang digelar di tengah pandemi COVID-19.

“Massa yang berkerumum pada tiga even tersebut umumnya abai pada prokol kesehatan Pandemi Covid-19,” tutur pria yang akrab disapa SAG itu.

Sebagaimana dilansir banyak media, ribuan massa politik India terlibat dalam kampanye di Bengal Barat, Tamil Nadu, Kerala, Assam, dan Puducherry, tanpa memakai masker dan menjaga jarak.

Kemudian, lima juta orang diperkirakan ikut dalam acara tradisi Kumbh Mela di Sungai Gangga pada 14 Januari 2021. Kebanyakan peserta ritual keagamaan itu tampak mengabaikan protokol kesehatan (Prokes) saat mandi di sungai suci, di India Utara itu. Selang beberapa hari usai ritual suci itu, lebih seribu orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona.

Selanjutnya, India menggelar pesta olah raga nasional Cricket. Para penikmat olahraga nasional itu memenuhi Stadion Arun Jaitley, New Delhi, untuk menyaksikan laga Cricket antara Rajasthan vs Mumbai Indian. Di tengah massa yang sesak dan penuh semangat itu sulit mengatur jarak fisik, dan virus corona pun bebas menular siapa pun di tengah kerumunan itu.

Sementara itu SAG menuturkan, ajakan Mendagri itu patut disahuti semua pihak di Aceh, mulai di provinsi hingga di kabupaten/kota. Pihaknya mengaku prihatian terhadap tragedi yang dihadapi rakyat India itu.

“Kita juga berduka atas ribuan kematian yang terjadi hampir tiap hari di sana. Di balik tragedi kemanusia di India tersebut, ada pelajaran yang patut dipetik;  jangan pernah abaikan Prokes,” katanya.

Pakailah masker, cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan, hindari berpergian bila tidak mendesak, serta biasakan perilaku hidup bersih dan sehat, setiap saat, ajak SAG. (Ria)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER