BerandaAcehMassa Penolak Pergub JKA Bersikeras Temui Mualem, Bertahan Hingga Malam Hari

Massa Penolak Pergub JKA Bersikeras Temui Mualem, Bertahan Hingga Malam Hari

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh masih bertahan di depan Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, hingga Senin (11/5/2026) malam.

Massa bersikeras ingin bertemu langsung dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem untuk menyampaikan tuntutan pencabutan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA).

Aksi lanjutan yang digelar mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan elemen masyarakat itu berlangsung sejak siang. Massa menilai Pemerintah Aceh belum memberikan jawaban tegas terkait tuntutan pencabutan pergub dan hanya menawarkan evaluasi kebijakan.

“Kami tetap bertahan sampai Mualem menemui massa,” kata Koordinator Aksi, T. Raja Aulia Habibi, di sela demonstrasi.

Sebelumnya, massa sempat membakar ban di depan gerbang Kantor Gubernur Aceh sebagai bentuk protes. Aparat kepolisian kemudian memadamkan api dan mengendalikan situasi agar aksi tetap kondusif.

Dalam orasinya, massa juga meminta Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menjamin keamanan demonstrasi dan tidak melakukan tindakan represif terhadap peserta aksi yang bertahan hingga malam hari.

“Kami minta Kapolda jangan berpihak dan jangan sampai ada yang luka,” ujar Raja.

Sebelumnya, perwakilan Pemerintah Aceh
yang terdiri dari Asisten Administrasi Umum dan Kepegawaian Sekda Aceh Murthala serta Asisten Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh Syakir sempat menemui massa di teras Kantor Gubernur Aceh.

Dalam pertemuan itu, pemerintah menyampaikan bahwa Pergub JKA akan dievaluasi. Namun, pernyataan tersebut langsung ditolak mahasiswa yang menuntut pencabutan total aturan tersebut.

“Kami enggak mau evaluasi, yang kami minta cabut,” teriak massa aksi.

Mahasiswa juga meminta agar pemerintah menghubungi langsung Mualem melalui virtual. Namun permintaan itu tidak dipenuhi hingga perwakilan pemerintah meninggalkan lokasi aksi.

Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan Kantor Gubernur Aceh sambil menyampaikan orasi secara bergantian dan menyanyikan Hymne Aceh di bawah pengawalan aparat kepolisian. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER