Jumat, Juni 21, 2024
Google search engine
BerandaMahasiswa Aceh Barat Demo Besar, Tuntut Jokowi Hentikan Impor Beras

Mahasiswa Aceh Barat Demo Besar, Tuntut Jokowi Hentikan Impor Beras

Meulaboh (Waspada Aceh) – Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Aceh Barat, Selasa (25/9/2018), melakukan aksi unjuk rasa di sejumlah lokasi di Meulaboh, menuntut Presiden Jokowi menguatkan nilai tukar rupiah dan menghentikan impor beras dan produk lainnya.

Mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Aceh Barat Anti Penindasan dan Peduli Demokrasi, melakukan aksinya di tiga titik aksi, antara lain di Tugu Pelor Meulaboh, Gedung DPRK Aceh Barat serta di halaman Mapolres setempat.

Demo tersebut menyebabkan arus lalulintas di pusat kota Meulaboh, Aceh Barat, nyaris lumpuh, setelah kawasan Bundaran Pelor ‘dikuasi’ ratusan mahasiswa saat menggelar aksinya.

Kepulan asap hitam juga terlihat di lokasi, setelah massa membakar ban bekas, sambil berorasi di terik matahari, untuk menyampaikan sejumlah isu persoalan bangsa.

Aksi ini berjalan lancar dan mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Aceh Barat.

Para mahasiswa ini juga mengaku melakukan aksinya sebagai solidaritas terhadap pemukulan mahasiswa oleh pihak kepolisian beberapa waktu lalu, saat melakukan aksi serupa di sejumlah daerah, seperti di Medan, Sumatera Utara, Kendari, Makassar serta sejumlah daerah lainnya.

Koordinator Aksi, Mudasir, dalam orasinya menyebutkan, penyebab memburuknya perekonomian di Indonesia disebabkan oleh membanjirnya produk impor dari luar negeri, sehingga berdampak buruk bagi perekenomian bangsa.

“Kita tuntut Presiden Joko Widodo untuk segera menghentikan impor barang. Banyak produk lokal seperti beras dapat dipasok oleh para petani lokal,” sebutnya.

Para mahasiswa juga mendesak Presiden RI untuk mencabut Perpres Nomor 20 tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing, karena dinilai merugikan seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia.

Saat berdelegasi di Gedung DPRK Aceh Barat, mahasiswa diterima oleh Ketua DPRK Ramli SE. Dalam pertemuan singkat ini, ia berjanji menerima seluruh aspirasi yang disampaikan  dan segera ditindaklanjuti.

Di Mapolres, mahasiswa juga mendesak Kapolres Aceh Barat untuk mengusut tuntas kasus OTT yang terjadi di Dinas Pendidikan Aceh Barat. Aksi mahasiswa ini akhirnya diterima oleh Wakapolres Aceh Barat Kompol Adi Bagus Sumantri,SIK. (ded)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER