Beranda Sumut Kota Medan Masih Zona Oranye, Satgas Minta Tetap Patuhi Prokes

Kota Medan Masih Zona Oranye, Satgas Minta Tetap Patuhi Prokes

BERBAGI

Medan (Waspada Aceh) – Hingga Minggu (27/6/2021), Kota Medan tercatat masih berada di Zona Oranye. Meski Zona Oranye, Satgas COVID-19 meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) untuk terus menimalisir penyebaran COVID-19.

Pantauan Waspadaaceh.com, hingga 27 Juni 2021, melalui situs resmi https://www.covid19.pemkomedan.go.id, hingga kini, untuk kasus Suspek 27.052 orang dengan rincian pulang 25.956 orang, meninggal 724 jiwa dan dirawat 372 orang.

Sementara, untuk kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 18.016 orang dengan rincian sembuh 16.262 orang, meninggal 634 orang dan dirawat 1.120 orang.

Setiap harinya, kasus suspek dan konfirmasi pasien dengan status masih dirawat terus menurun. Artinya, tingkat kesembuhan tinggi dibanding penularan atau pertambahan kasus.

Namun, di sisi lain, masyarakat terkesan abai prokes dengan tidak menggunakan masker. Dari pantauan wartawan, hampir tidak ada lagi yang menggunakan masker di jalan raya dan pasar tradisional.

Salah satunya di Pasar Tradisional Marelan dan Jalan Marelan Raya. Di pasar ini, baik pedagang maupun pembeli sama sekali tidak menggunakan masker. Tidak ada sama sekali masker yang menempel di dagu atau menutup mulut dan hidung.

Kondisi prihatin ini diperparah, karena pasar menjadi sentra kerumunan masyarakat untuk berbelanja. Potensi penyebaran sangat besar, karena penjual dan pembeli bersentuhan melalui transaksi uang.

Jika ada imbauan melalui pengeras suara secara berjalan kaki keliling yang dilakukan petugas TNI dari Koramil setempat, baru masyarakat dan pedagang menggunakan masker. Kesadaran yang rendah membuat potensi penyebaran COVID-19 di kawasan ini bisa menjadi cluster baru.

Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rakhmat yang dikonfirmasi mengatakan, sebenarnya petugas Satpol PP rutin mengawasi di kawasan itu. Apalagi, tidak jauh dari pasar tradisional di sana terdapat pasar tumpah yang merupakan tempat petani, agen dan pembeli bertransaksi.

“Petugas kita juga mengatur agar petani, agen dan pembeli ini tidak berjualan di atas parit dan di pinggir jalan. Sekaligus mengimbau tetap memakai masker serta mengurangi kontak langsung tangan ke muka sehabis transaksi,” ujarnya.

Namun, kata dia, jika petugasnya pergi setelah mengatur pedagang dan petani di sana, prokes pun longgar. Dia mengakui petugasnya tidak bisa mengawasi 24 jam.

“Selain di sana, personil kita juga mengawasi titik lain. Pagi, siang dan sore kita awasi di sana. Tapi memang kesadaran masyarakat masih rendah, jika ada petugas mereka pakai masker, ” jelasnya.

Rakhmat meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan baik menggunakan masker maupun sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Dia meminta masyarakat sendiri bisa membayangkan jika dirinya terinfeksi COVID-19 maka akan merugikan keluarga.

“Jika terinfeksi, keluarga di rumah kasihan, tidak ada penghasilan yang didapat. Sayangi keluarga, dengan tetap pakai masker dan selalu cuci tangan pakai sabun. Kita bisa menekan penyebaran COVID-19 ini jika mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya. (sulaiman achmad)