Medan (Waspada Aceh) – Warga dan pelaku usaha di Kota Medan, Sumatera Utara, masih mengeluhkan terjadinya pemadaman aliran listrik yang berlangsung berjam-jam dan terjadi hampir setiap hari.
Keluhan ini kembali mengemuka pada Rabu (10/6/2026), di mana sejumlah kawasan di kota ini kembali mengalami pemadaman pasokan listrik yang mengganggu aktivitas sehari-hari maupun operasional ekonomi masyarakat.
Salah satu warga sekaligus pelaku usaha, Maulana yang memiliki kafe di kawasan Medan Tembung, menyatakan bahwa kondisi ini telah berlangsung terus-menerus sejak terjadinya pemadaman listrik skala besar di seluruh Pulau Sumatera beberapa minggu silam.
Pasca-peristiwa pemadaman total tersebut, pemulihan layanan listrik di Kota Medan belum berjalan secara optimal, sehingga gangguan beberapa jam maupun pemadaman terjadwal masih sering terjadi hingga saat ini.
Menurut Maulana, dampak yang ditimbulkan tidak sekadar menghentikan aktivitas sehari-hari, tetapi menimbulkan kerugian materiil yang nyata bagi pelaku usaha.
Sebagian besar bahan baku usahanya berupa bahan makanan beku yang harus disimpan dalam suhu dingin. Ketika listrik padam selama berjam-jam, lemari pendingin dan freezer tidak dapat beroperasi, sehingga es mencair dan suhu penyimpanan naik. Akibatnya, bahan makanan seperti ikan, daging, dan bahan olahan lainnya menjadi rusak dan tidak layak jual.
“Seluruh bahan baku usaha kami disimpan dalam keadaan beku. Begitu listrik padam berjam-jam, semuanya menjadi rusak. Tentu saja kami mengalami kerugian yang tidak sedikit,” ungkap Maulana.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah warga lainnya, baik dari kalangan rumah tangga maupun pelaku usaha kecil dan menengah. Pemadaman yang tidak menentu mengganggu proses belajar mengajar secara daring, operasi peralatan rumah tangga, hingga mengurangi jam operasional toko dan tempat usaha.
Pemadaman yang terjadi belakangan ini diketahui berkaitan dengan proses pemulihan sistem kelistrikan pasca gangguan besar yang melanda sistem interkoneksi Sumatera beberapa waktu lalu.
Meskipun PLN telah berupaya memulihkan pasokan secara bertahap, kestabilan jaringan masih belum sepenuhnya tercapai. Faktor lain yang turut berpengaruh adalah kondisi infrastruktur jaringan yang masih memerlukan perbaikan dan pemeliharaan menyeluruh setelah mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kepastian kapan layanan listrik dapat kembali stabil sepenuhnya. Warga berharap PLN dapat segera melakukan perbaikan dan peningkatan kapasitas jaringan agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat luas. (*)



