Nagan Raya (Waspada Aceh)– Mahasiswa Program Magister Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) mengikuti kuliah lapangan di PT Bara Energi Lestari (PT BEL), Kabupaten Nagan Raya, pada Rabu (10/6/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai analisis dampak lingkungan sosial di kawasan lingkar tambang.
Dosen pengampu mata kuliah Analisis Dampak Lingkungan Sosial, Dr. Khairan, mengatakan mahasiswa tidak cukup hanya mempelajari teori di ruang kuliah, tetapi juga perlu memahami realitas yang terjadi di lapangan agar ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan secara nyata.
“Melalui kuliah lapangan ini, mahasiswa dapat melihat langsung kondisi masyarakat di sekitar wilayah tambang sehingga terjadi keselarasan antara teori yang dipelajari di kampus dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” kata Khairan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan keterkaitan dan kesesuaian (link and match) antara perguruan tinggi sebagai pencetak sumber daya manusia dengan dunia industri sebagai pengguna tenaga kerja.
Kuliah lapangan tersebut berlangsung di PT Bara Energi Lestari dan menghadirkan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT BEL, Rahmad Zahri, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, Rahmad menjelaskan berbagai aspek pengelolaan tambang, keselamatan kerja, hingga upaya perusahaan dalam meminimalkan dampak sosial dan lingkungan akibat aktivitas pertambangan.
Khairan menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah mengasah kepekaan sosial mahasiswa sekaligus mendekatkan mereka dengan pengalaman nyata kehidupan masyarakat di sekitar kawasan tambang.
Ia menilai PT BEL merupakan salah satu perusahaan yang telah menerapkan praktik pengelolaan lingkungan tambang batubara yang baik. Berbagai penghargaan yang diterima perusahaan disebut menjadi indikator komitmen terhadap pengelolaan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat sekitar.
“Perusahaan juga memiliki perhatian terhadap pengembangan masyarakat dan lingkungan sosial di wilayah lingkar tambang,” ujarnya.
Saat ini terdapat sekitar enam gampong yang berada di kawasan lingkar tambang dan terdampak langsung oleh aktivitas operasional perusahaan.
Ke depan, UTU dan PT BEL diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam berbagai bidang, termasuk pendampingan masyarakat lingkar tambang, dukungan penelitian, program magang mahasiswa, kuliah kerja nyata (KKN), serta kegiatan akademik lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan. (*)



