Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaKorupsi dan Pungli Hambat Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Korupsi dan Pungli Hambat Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Banda Aceh (WaspadaAceh) – Kepala Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia (BI) Aceh, Zainal Arifin Lubis, menilai persoalan korupsi dan praktek pungutan liar (pungli), menjadi salah satu penghambat percepatan pertumbuhan ekonomi di negeri berjuluk “Serambi Makkah” ini.

Zainal Arifin Lubis mengungkapkan hal itu dalam acara ‘Ngopi Kebangsaan,’ yang digelar BI dengan Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Aceh di auditorium perwakilan BI Aceh di Banda Aceh, Sabtu (21/4/2018). Acara ini juga dihadiri Pangdam dan Kasdam Iskandar Muda, Kepala Bulog, Kepala BPS Aceh dan puluhan alumni Lemhanas.

Menurtu Arifin, Aceh adalah provinsi yang anggaran pendapatan daerahnya terbesar nomor satu di Sumatera, dan nomor enam secara nasional. Namun, jelasnya, besaran dana yang dimiliki wilayah ini, belum berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan rakyatnya.

Sebagai contoh, katanya, anggaran dan pendapatan belanja Aceh 2017 senilai Rp14,9 triliun. Tapi belanja modal hanya 15 persen dari total anggaran. “Walau secara pertumbuhan ekonomi Aceh membaik pada 2017, yakni tumbuh 4,19 persen dibandingkan dengan 2016, yang hanya sebesar 3,30 persen. Namun neraca perdagangan Aceh juga mengalami defisit sebesar 37,91 triliun,” jelasnya.

Industri manufaktur yang diharapkan sebagai motor penggerak perekonomian Aceh, juga tidak mengalami pertumbuhan. Hingga 2017, sebut Zainal, terdapat 70 perusahaan besar yang keseluruhannya hanya memproduksi bahan pertanian mentah.

Minimnya produktivitas di Aceh, sebut Zulfan, menjadi penyebab kebutuhan pokok masyarakat Aceh masih didatangkan dari daerah lain. “Dalam 3 tahun terakhir, net capital outflow (total arus modal keluar), sebesar Rp5,7 triliun,” katanya.

Sebenarnya, potensi dan kondisi ekonomi di Aceh masih sangat berpeluang untuk mengembangkan sumber ekonomi baru. Tapi kasus korupsi di daerah yang masih sangat tinggi, menjadi faktor penghambat pertumbuhan.

“Aceh punya kekayaan alam yang luar biasa. APBA terbesar di Sumatera, dan Alokasi infrastrutkur terbesar di Sumatera. Tapi, mirisnya, kasus korupsi juga tinggi,” ungkapnya. (hendro)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER