Jumat, Mei 24, 2024
Google search engine
BerandaOlahragaKONI Aceh Target 12 Emas di PON Papua

KONI Aceh Target 12 Emas di PON Papua

Banda Aceh (Waspadaaceh)- Persiapan Aceh menuju pentas olahraga kasta tertinggi di tanah air, yakni PON 2020 yang sebentar lagi digelar di Papua, sudah dimulai. 117 Atlet Aceh mulai awal Juli lalu, masuk ‘karantina,’ digembleng oleh 21 pelatih bersertifikat, hingga akhir Desember 2018.

Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak, mengatakan, Selasa (12/7/2018), untuk menuju PON Papua, KONI Aceh sudah menyiapkan atlet setahun sebelumnya. Kata Abu Razak, pemusatan latihan yang dilakukan KONI Aceh tahun ini kelanjutan Pelatda tahun 2017.

Atlet karateka andalan Aceh sedang melakukan demontrasi pada pembukaan Pelatda KONI Aceh 2018 di Banda Aceh, Selasa (10/07/2018). (Foto/Aldin Nl)
Atlet karateka andalan Aceh sedang melakukan demontrasi pada pembukaan Pelatda KONI Aceh 2018 di Banda Aceh, Selasa (10/07/2018). (Foto/Aldin Nl)

Untuk menghasilkan prestasi maksimal, lanjut Abu Razak, Pelatda tahun ini dibagi dua kategori, Pelatda sentralisasi dan Pelatda desentralisasi.

Dengan program dan persiapan lebih matang, ujar Abu Razak didampingi Ketua Pelatda Aceh, Baktiar Hasan, Sekretaris KONI Aceh, M.Nasir Syamaun dan Koordinator Monitoring Evaluasi (Monev) KONI Aceh, Awaluddin, kepada Waspadaaceh.com, untuk PON Papua, KONI Aceh menargetkan 12 keping emas.

“Emas tersebut akan diraih oleh atlet dengan perkiraan angkat besi 3 emas, tarung drajat 2 emas, atletik 2 emas, kempo 1 emas, panahan 1 emas, cabor petanqe 1 emas, muangthay 1 emas dan taekwondo 1 emas. Total 12 emas,” katanya usai pembukaan Pelatda.

Dengan perolehan medali 12 emas ini, tambah Ketua Pelatda, Baktiar Hasan, ranking Aceh akan lebih baik dari PON Jabar yang berada di posisi 17 dari 34 provinsi. Ketika itu Aceh meraih delapan emas, tujuh perak dan sembilan perunggu.

Para atlet yang mengikuti Pelatda KONI Aceh pose bersama dengan pengurus KONI Aceh usai membukaan Pelatda KONI Aceh 2018, di halaman KONI Aceh, Selasa (10-10/2018). (Foto/Aldin Nl)
Para atlet yang mengikuti Pelatda KONI Aceh pose bersama dengan pengurus KONI Aceh usai membukaan Pelatda KONI Aceh 2018, di halaman KONI Aceh, Selasa (10-10/2018). (Foto/Aldin Nl)

“Aceh bisa berada di ranking 15 besar atau bisa juga 10 besar karena diprediksi medali di PON Papua akan menyebar dan tidak tertumpu pada satu provinsi saja seperti di PON Jabar,” tambah Ketua Monev KONI Aceh, Awaluddin, yang juga dosen olahraga FKIP Unsyiah itu.

Dana Atlet dan Pelatih

Ketika membuka Pelatda KONI Aceh , Selasa (10/07/2018) di halaman depan kantor KONI Aceh, Abu Razak menekankan para atlet dan pelatih agar lebih serius dan bersungguh- sungguh dalam berlatih.

Pikiran harus fokus dan tidak lagi memikirkan soal uang saku dan konsumsi karena dananya langsung masuk ke rekening atlet dan pelatih, ujar Abu Razak. Dia menegaskan bila ada pemotongan dana atlet dan pelatih, silahkan lapor langsung ke Ketua Harian KONI Aceh.

“Pemotongan fee pembinaan atlet ini rasanya tidak mungkin, karena langsung masuk rekening atlet dan pelatih,” katanya meyainkan.

Adapun besaran honor yang diterima oleh atlet peraih medali emas PON Jabar, Rp3,5 juta/bulan, peraih perak Rp2,5 juta, perunggu Rp2,5 juta/bulan, atlet potensial peraih medali Rp2 juta/bulan.

Untuk pelatih Pelatda sentralisasi Rp3,7 juta/ bulan dan pelatih desentralisasi Rp2,5 juta/bulan. Selain itu, KONI Aceh memberikan dana tambahan untuk ekstra puding masing-masing Rp750.000/bulan/atlet. (adv)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER