Beranda Disbudpar Aceh Kemendikbud Ristek Tetapkan Dikee Pam Panga sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Kemendikbud Ristek Tetapkan Dikee Pam Panga sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

BERBAGI
Sanggar Indatu menampilkan Dikee Pam Panga pada event Pekan Budaya dan Tradisi Barsela di Subulussalam. (Foto/Iswandi)

Calang (Waspada Aceh) – Dikee Pam Panga dari Kabupaten Aceh Jaya Provinsi Aceh akhirnya ditetapkan sebagai salah satu warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTB) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia tahun 2022.

“Kami sangat bersyukur telah dinobatkan Dikee Pam Panga sebagai salah satu WBTB Indonesia tahun 2022,” ujar Iswandi, Pengurus Dikee Pam Panga, Minggu (2/10/2022) saat dihubungi.

Dia mengucapkan terima kasih Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Jaya beserta tim dari Provinsi Aceh yang telah memperjuangkan Dikee Pam Panga menjadi salah satu WBTB Indonesia.

“Atas pencapaian ini kami sangat berharap kedepan ada perhatian khusus kepada Dikee Pam Panga. Kami berharap kedepannya Dikee Pam Panga bisa menjadi salah satu warisan dunia ditetapkan oleh UNESCO,” lanjutnya.

“Besar harapan kami agar Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya bisa melakukan pembinaan dan melakukan event tarian massal Dikee Pam Panga setiap tahun agar lebih dikenal di seluruh penjuru,” tutupnya

Sementara itu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Jaya, Abu Bakar mengatakan,, Dikee Pam Panga merupakan salah satu atraksi kesenian yang telah dibudayakan secara turun temurun di kalangan masyarakat Panga, Kabupaten Aceh Jaya.

“Dikee sendiri berarti zikir. Sedangkan Pam artinya tidur. Bila digabungkan menjadi zikir sambil tidur,” kata Abu Bakar saat dihubungi.

Abu Bakar menjelaskan, Dikee Pam pertama sekali digagas oleh Tgk Hamzah pada tahun 1951 pasca Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lalu, lanjutnya, setelah sekian lama dinanti dan melalui proses perjuangan dan mekanisme, akhirnya Dikee Pam ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia tahun 2022.

“Penetapan WBTB oleh Kemendikbud RI merupakan satu anugrah budaya Kabupaten Aceh Jaya di kancah nasional. Dengan adanya penetapan ini, kita berharap, melalui Dikee Pam, Aceh Jaya dikenal oleh masyarakat nasional,” ujar Kadis.

Abu Bakar mengucapkan terima kepada pelaku seni dan semua yang terlibat sehingga terwujud pencapaian penetapan tersebut.

“Rasa syukur yang mendalam dari kami Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Jaya. Seni budaya lainnya juga terus dijaga agar dapat kita perjuangkan di kemudian hari,” pintanya.

Abu Bakar berharap, kedepan juga ada pembinaan kepada pelaku seni agar dapat melanjutkan kepada khalayak ramai sehingga dapat mewarisi Dikee Pam Panga tersebut.

“Semoga ini menjadi awal yang baik untuk pengembangan seni budaya di Aceh Jaya,” pungkasnya. (*)