Minggu, Juni 23, 2024
Google search engine
BerandaInforial Pemerintah AcehKasus PD3I Meningkat, Pemerintah Aceh Canangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional di Aceh...

Kasus PD3I Meningkat, Pemerintah Aceh Canangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional di Aceh Utara

Lhoksukon (Waspada Aceh) – Untuk mengantisipasi kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), Pemerintah Aceh mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tingkat Provinsi Aceh, di Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda atau Dayah Abu Paloh Gadeng, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Kamis (19/5/2022).

Pencanangan BIAN ini didukung oleh UNICEF melalui mitra Yayasan Darah untuk Aceh. Hadir dalam pencanangan ini Sekretaris Daerah Aceh, dr Taqwallah, M.Kes, perwakilan Kementerian Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Utara dan unsur Forkopimda Aceh Utara.

Sekda Aceh, Taqwallah, menyampaikan timbulnya kasus PD3I pada anak-anak terutama di Aceh disebabkan oleh turunnya cakupan imunisasi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini merupakan tantangan besar di Aceh, bahkan dampaknya juga tidak kalah berbahaya dibandingkan COVID-19.

“Ini juga disebabkan akibat kelalaian orangtua yang tidak memberikan imunisasi. Anak dapat menjadi lumpuh layu akibat virus polio, mengalami komplikasi campak, batuk 100 hari, atau terinfeksi difteri yang dapat mematikan,” kata Taqwallah.

Dengan demikian, kata Taqwallah, sanngat penting imunisasi. Dengan tantangan yang berat, tenaga kesehatan, kepala puskesmas agar secepatnya bergerak melalui segala cara untuk menyosialisasikan imunisasi kepada masyarakat.

“Karena sudah terbukti bahwa dengan baiknya cakupan imunisasi, penyakit-penyakit tertentu dapat dicegah hanya dengan imunisasi.”

“Berdasarkan data Dinas Kesehatan Aceh tahun 2021, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Aceh menempati posisi paling rendah se-Indonesia. Yaitu sebesar 43%, yang jauh dari target nasional yaitu sebesar 93.6%. Dalam 3 (tiga) tahun terakhir jumlah anak yang tidak diimunisasi dasar lengkap berjumlah 179.874 anak,” jelasnya.

Menurutnya, angka tersebut tentunya bukan angka yang kecil dan jika terus dibiarkan dapat menyebabkan timbulnya wabah penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) seperti difteri, campak (peunyaket pru/mangat), rubella, pertusis, polio (lumpuh layu), hepatitis, radang selaput otak (meningitis).

“Bulan Imunisasi anak nasional di Aceh menargetkan lebih dari 1.4 juta anak,“ harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin menyampaikan, kondisi di Aceh Utara juga mengalami wabah PD3I akibat turunnya cakupan imunisasi, terutama disebabkan penolakan orangtua terhadap imunisasi. 

“Turunnya cakupan imunisasi di Aceh sendiri sudah terlihat dampaknya. Misalnya merebaknya kasus campak yang terjadi di beberapa kabupaten/kota di Aceh, yang hingga minggu ke-13 tahun 2022 mencapai 252 kasus. Selain itu juga ditemukan 17 kasus rubella, 8 kasus pertusis dan 17 kasus difteri. Bahkan ada anak yang meninggal dunia akibat pertusis dan difteri. Dari seluruh kasus yang tercatat, sebagian besar tidak diimunisasi lengkap atau tidak diimunisasi sama sekali,” jelasnya. (Syaiful).

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER