Beranda Aceh Investasi di Aceh Naik Jadi Rp9,10 Triliun Tahun 2020

Investasi di Aceh Naik Jadi Rp9,10 Triliun Tahun 2020

BERBAGI
Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat menyerahkan LKPJ kepada Ketua DPRA, Dahlan Jalamaluddin, pada rapat paripurna DPRA di gedung dewan, Jumat (16/4/2021). (Foto/Kia Rukiah)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terealisasi sebesar Rp9,10 triliun lebih, terdiri atas PMA Rp737,97 miliar lebih dan PMDN Rp8,37 triliun lebih.

Menurut Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, angka pencapaian tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya (2019) yang hanya sebesar Rp5,81 triliun lebih.

Gubernur Aceh menyampaikan hal itu dalam rapat paripurna DPRA dipimpin Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, pada penyampaian laporan dan pembahasan rancangan Qanun Aceh tentang Pertanggungjawaban dan Pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2020 di Gedung DPRA, Jumat (16/4/2021).

“Pemerintah Aceh dalam rangka meningkatkan investasi tahun anggaran 2020 telah melakukan berbagai upaya untuk mendatangkan investor, baik dari luar maupun dalam negeri,” ucapnya.

Menurutnya, investasi yang banyak diminati investor PMA ada lima sektor usaha, terbesar disumbangkan pada sektor listrik, gas, air, tanaman pangan, perkebunan, peternakan, kehutanan, pertambangan, serta industri makanan.

Sedangkan investor PMDN lebih berminat di sektor konstruksi, listrik, gas, air, pertambangan, industri makanan, serta industri mineral non logam.

Gubernur Aceh juga menyebutkan, berdasarkan asal negara, penanaman modal asing pada periode tahun 2020 didominasi oleh Hongkong Rp605,25 miliar lebih, disusul Belgia Rp35,38 miliar lebih, Korea Selatan Rp20,10 miliar lebih, Singapura Rp14,17 miliar, dan Tiongkok Rp12,39 miliar lebih. (Kia Rukiah)