Senin, Juni 17, 2024
Google search engine
BerandaKulinerIngin Nongkrong di Kafe yang Eksotik? Datanglah ke River Walk Krueng Aceh 

Ingin Nongkrong di Kafe yang Eksotik? Datanglah ke River Walk Krueng Aceh 

Perlu kehadiran kapal wisata di sungai kawasan river walk Krueng Aceh untuk menarik minat para pengunjung.

———-

River walk Krueng Aceh di Banda Aceh kian berbenah. Dahulu area yang berada di bantaran Krueng Aceh ini sempat terbengkalai di masa wali kota Aminullah Usman.

River walk bahkan sempat terlihat jorok dan kumuh, dijadikan “markas” oleh para gelandangan dan pengamen. Tapi kini kawasan ini ditata lebih indah, bersih dan tertata dengan hadirnya kafe-kafe kekinian berkonsep waterfront city.

Senin sore itu (18/3/2024), jurnalis Waspadaaceh.com, mengunjungi tempat ini. Tepat pada Ramadhan ke- 7, saat matahari hendak menenggelamkan sinarnya. Suasana di bantaran Krueng Aceh di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, ini sangat tenang.

Sepanjang kawasan river walk yang dibangun empat tahun lalu ini dihiasi lampu-lampu indah. Dengan konsep kafe mewah dihiasi ornamen estetik dan modern, tempat ini memiliki sepuluh bangunan atau space, dan empat di antaranya telah beroperasi sebagai kafe.

Salah satu kafe yang cukup menarik perhatian ialah Saudagar Peunayong Cafe. Kafe ini dapat diakses melalui lorong yang terletak di samping Hotel Wisata.

Pramusaji tampak hilir mudik mengantar pesanan kemudian disusun di meja yang berderet menghadap sungai. Sementara area lesehan dengan alas rumput sintetis menambah kesan sejuk dan nyaman. Area itu juga dilengkapi toilet dan mushalla.

Pembenahan Akses 

Saat itu jurnalis disambut oleh pemilik Saudagar Cafe, Zahlul dan Direktur Operasional Saudagar Cafe Hasdiana.  Sembari menikmati pemandangan Krueng Aceh, Zahlul yang juga Direktur CV Zalikha Kreasi Mandiri, bercerita dia berinisiatif menghidupkan kembali kawasan river walk sejak 2023, yang sebelumnya terabaikan.

“Kami melihat potensinya sangat luar biasa, namun tidak dikelola dengan baik. Dulu terbengkalai, kami berinisiatif untuk mengaktifkan kembali kawasan kuliner ini,” kata Zahlul yang juga pengurus Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Aceh.

Dia menyebutkan, pemerintah Kota Banda Aceh, melalui Dinas Koperasi dan UKM, memberikan izin pengelolaan bantaran sungai untuk mengoptimalkan fungsi kawasan kuliner tersebut.

Pada 2022, Menparekraf Sandiaga Uno pun mengunjungi River Walk Krueng Aceh, berbagi wawasan dengan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, serta mengharapkan pemanfaatan maksimal kawasan tersebut.

Suasana sore di Saudagar Peunayong Cafe di kawasan River Walk Krueng Aceh, Senin (18/3/2024). (Foto/Cut Nauval)

Zahlul berharap pemerintah dapat mengadakan atraksi dan event kebudayaan serta pariwisata di kawasan kuliner ini untuk mempromosikan dan menarik lebih banyak pengunjung. Ia percaya semakin banyak kafe dan warung kuliner yang beroperasi di river walk, semakin beragam pilihan menu yang ditawarkan, menjadikan kawasan ini semakin menarik minat pengunjung.

Hasdiana, Direktur Operasional Saudagar Cafe, berharap bantaran sungai Peunayong ini dapat berkembang menjadi lokasi wisata kuliner yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Menurutnya minat warga untuk mengunjungi river walk masih rendah akibat kesulitan akses parkir. Meski lahan parkir telah disediakan di area pedagang kaki lima Jalan A. Yani, akses tersebut belum optimal.

“Harapannya kepada pemerintah daerah dapat ikut mempromosikan kawasan kuliner ini sebagai kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat wisata kuliner di Banda Aceh. Memaksimalkan aktivitas di kawasan ini agar meningkatkan daya tarik pengunjung,” tuturnya.

Pengurus ISMI Aceh ini juga mengatakan bila Taman Pulo Gajah yang lokasinya bersebelahan dengan river walk nantinya dibuka, diharapkan menciptakan akses baru. Sayangnya saat ini kondisi Taman Pulo Gajah ditumbuhi semak belukar.

Zahlul menyebutkan, kafenya menyediakan paket berbuka puasa mulai harga Rp35 ribu per orang. Di Saudagar Peunayong Cafe, pengunjung bisa memilih menu seperti nasi ayam bakar madu, ayam tangkap, dan soto ayam.

Selama Ramadhan, kafe ini biasanya ramai dikunjungi untuk berbuka puasa bersama atau sekadar nongkrong setelah shalat Tarawih.

Irma, seorang warga Aceh Besar bersama teman-temannya, yang sedang menikmati waktu menunggu berbuka di kafe tersebut, mengatakan, mereka memilih lokasi ini karena ingin merasakan suasana alam terbuka dan menikmati pemandangan Sungai Krueng Aceh di tengah kota.

“Suasanya bikin nyaman buat ngobrol sambil reuni dengan sahabat, sambil berbuka puasa dengan menikmati pemandangan Krueng Aceh di tengah kota,” kata Irma.

Sementara pengunjung lainnya Ihsan menyarankan agar lantai di river walk ini segera dibenahi. Karena beberapa area masih ada yang bolong sehingga menimbulkan kekhawatiran pengunjung.

Saat langit mulai gelap dan seruan azan Magrib berkumandang, pengelola Saudagar Café, mengundang jurnalis untuk berbuka puasa bersama.

Kapal Wisata

Abdullah, pengunjung asal Sumatera Utara, menyarankan pentingnya kehadiran kapal wisata di kawasan kuliner river walk Krueng Aceh. Keberadaan kapal wisata itu nantinya menjadi nilai tambah untuk meningkatkan daya tarik pengunjung.

“Bayangkan, wisatawan nntinya dapat menikmati keindahan Kreung Aceh dengan naik kapal wisata yang dirancang unik, untuk melayani wisatawan yang ingin menyusuri Kreung Aceh. Hilir mudiknya kapal wisata ini juga akan menambah daya tarik wisatawn yang duduk di kafe-kafe sepanjang river walk ” ujarnya.

Selain itu, konsep kapal wisata ini juga bisa menawarkan paket makan malam yang berkesan sambil menyusuri sungai. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER