Beranda Info Aceh Jaya Imbas COVID-19, Wisata Bunga Celosia Garden Rumahkan 18 Karyawan

Imbas COVID-19, Wisata Bunga Celosia Garden Rumahkan 18 Karyawan

BERBAGI
Para pengunjung lokal saat melintas mengelilingi kawasan taman bunga Celosia Garden di Desa Alue Piet Kecamatan Panga, Aceh Jaya, Minggu (1/11/2020). (Foto/Zammil)

Calang (Waspada Aceh) – Kurangnya pengunjung baik lokal maupun luar daerah akibat pandemi COVID-19, mengakibatkan pendapatan pelaku usaha wisata di Kabupaten Aceh Jaya menurun drastis.

Baik untuk wisata pantai, wisata kuliner mau pun wisata taman bunga Celosia Garden di Desa Alue Piet Kecamatan Panga, Aceh Jaya. Kondisi terjadi sejak Maret 2020, ketika pandemi virus Corona mulai menjalar ke Provinsi Aceh.

Untuk lokasi wisata Taman Bungan Celosia Garden, pandemi virus asal Wuhan, China, ini tidak saja menurunkan omset, tapi juga memaksa pihak pengelola harus merubahkan 18 karyawannya.

“Hampir 7 bulan lamanya kami minim pengunjung karena pandemi. Situasi genting ini memaksa saya harus mengambil keputusan untuk merumahkan sementara sebanyak 18 orang pekerja. Sekarang hanya tersisa 5 orang pekerja,” ujar Caisar, pemilik taman bunga Celosia Garden kepada waspadaaceh.com di Alu Piet, Panga, Minggu (1/11/2020).

Begitu pun dia mengatakan, nantinya bisa situasi sudah normal kembali, maka para karyawan tersebut akan dipanggil lagi untuk bekerja. Tentunya, jika kondisi pandemi ini sudah berakhir dan omset penjualan kembali seperti dahulu.

Dia mengungkapkan, sejak Aceh Jaya turun peringkat dari Zona Merah menjadi Zona Oranye terkait penyebaran COVID-19, taman bunga Celosia Garden telah dibuka kembali untuk umum hingga sekarang.

“Baru dalam 5 hari ini lah, pengunjung mulai berdatangan. Itu pun pengunjung lokal,” ungkap Caisar.

Dia menjelaskan, taman wisata Celosia Garden tentu juga tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes), sebagai upaya memutus penyebaran COVID-19, sebagaimana imbauan pemerintah.

“Di sini kita juga menerapkan Prokes. Para pengunjung diingatkan untuk menggunakan masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah masuk, menjaga jarak hingga kita cek suhu tubuhnya,” paparnya.

Sejujurnya, tambah Caisar, imbas pandemi COVID-19 sangat terasa bagi pelaku usaha wisata. Sebab usaha wisata ini hanya mengandalkan pemasukan dari pengunjung untuk bisa tetap eksis memberi pelayanan kepada wisatawan.

“Tentunya kita berharap, kondisi ini segera berakhir agar bisa kembali beraktifitas seperti sedia kala,” tutup Caisar. (Zammil)

BERBAGI