IDI Minta Kepolisian Usut Penyebar Informasi Dokter Spesialis di Aceh Utara Positif COVID-19

    BERBAGI
    Ketua IDI Aceh, Dr.dr.Syafrizal Rahman, MKes SpOT. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh menyesalkan adanya penyebaran informasi yang menyebutkan seorang dokter spesialis di Aceh Utara positif COVID-19 berdasarkan hasil rapid test. IDI Aceh bahkan meminta kepada kepolisian untuk memproses hukum masalah ini.

    “Kita minta aparat memproses hukum sehubungan dengan maraknya beredar pesan whatsapp terkait seorang dokter spesialis yang positif rapid test di Aceh Utara,” kata Ketua IDI Aceh, Dr.dr.Syafrizal Rahman, MKes, SpOT, Rabu (8/4/2020), dalam siaran persnya kepada Waspadaaceh.com.

    Syafrizal mengatakan, IDI Wilayah Aceh sangat menyesalkan penyebaran informasi tersebut. Informasi tersebut sangat merugikan sejawat yang bersangkutan, IDI dan meresahkan masyarakat.

    “Hasil rapid test positif bukan berarti pasien terkonfirmasi positif COVID-19, melainkan perlu tahapan pemeriksaan lanjutan, yaitu swab dan real time Polymerase Chain Reaction (rt-pcr). Bahwa banyak pasien yang positif rapid test namun negatif saat dilakukan swab dan rt-pcr,” ujarnya.

    Spesialis ortopedi ini menjelaskan 80-85% pasien COVID-19 tidak bergejala. Berarti sebenarnya banyak pasien COVID-19 di masyarakat yang bila dilakukan test akan positif meskipun tanpa keluhan dan mereka membawa serta menyebarkan virus kemana-mana. Inilah dasar kenapa pemerintah meminta masyarakat untuk tetap di rumah

    “Terkena COVID-19 bukan aib, sehingga tidak perlu menimbulkan keresahan,” jelasnya.

    Melalui institusi, IDI Aceh juga meminta kepada aparat kepolisian melakukan upaya peringatan, bila perlu melakukan proses hukum terhadap mereka yang menyebarkan informasi ini ke ranah publik.

    “Kejadian ini dapat berdampak pada dokter yang merupakan benteng utama berjuang melawan COVID-19. IDI Wilayah Aceh mendukung setiap program pemerintah dalam menghadapi wabah COVID-19 ini,” tegasnya.(sulaiman achmad)

    BERBAGI