Minggu, Juli 21, 2024
Google search engine
BerandaSumutHadapi Natal dan Tahun Baru, Bulog Sumut Jamin Ketersediaan Pangan

Hadapi Natal dan Tahun Baru, Bulog Sumut Jamin Ketersediaan Pangan

Medan — Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara, Arwakhudin Widiarso, memastikan ketersediaan pangan selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 ini aman. Ketersediaan pangan ini bahkan cukup sampai April 2020, untuk beras maupun daging.

“Selama Nataru. Untuk penugasan pemerintah untuk beras saat ini cenderung masih normal dan didukung stok berlimpah. beras kita saat ini 51.000 ton. Terdiri beras pemerintah dan komersial. Beras pemerintah untuk penugasan stabilitas pasar. Untuk cadangan beras pemerintah (CBP) ditentukan oleh pemerintah sebesar Rp8.600/Kg,” kata Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut, Arwakhudin Widiarso kepada wartawan, Selasa (17/12/2019).

Wiwid, sapaan akrab Pimpinan Wilayah Perum Bulog Sumut ini, turut didampingi Erni Rahmawati sebagai Wakil Pimpinan Wilayah (Wapimwil) Perum Bulog Sumut dan Erlina Wita Rambe, Kabid Menko Perum Bulog Sumut. Wiwid yang baru beberapa bulan menjabat di Sumut ini, sebelumnya bertugas di Provinsi Kaltim.

“Untuk komoditas lain. Daging terus bergerak. Posisi saat ini stok 51 ton daging. Harganya kalau mengambil sendiri di gudang Bulog sebesar Rp72.000/Kg. Di toko mitra Rumah Pangan Kita (RPK) itu juga Rp72.000/Kg, kita harapkan mereka tidak menjual lebih dari Rp80.000,” ujar Wiwid.

Sedangkan untuk tepung terigu, tersedia sebanyak 8 ton, dengan merek Terigu Kita. Produk terigu Bulog ini tergolong Terigu premium. Sementara untuk minyak goreng, sebanyak 28.000 liter.

“Untuk beras bisa sampai April 2020. Karena kita kan tidak memenuhi semua kebutuhan masyarakat. Tapi kita hanya memenuhi untuk stabilitas pangan saja. CBP kita berasal dari beras lokal dari Jabar dan impor dari Thailand, India dan Vietnam,” ungkapnya.

Dia menuturkan impor dilakukan melalui Pelabuhan Belawan Medan sebagai main port untuk seluruh daerah. Karena di Indonesia main port cuma Belawan, Jakarta dan Surabaya.

“Untuk target pembelian beras petani. 20.000 ton. Kita saat ini sudah 21.000 ton. Itu semua kategori beras premium. Untuk Operasi Pasar di daerah itu disebut Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga (KPSH). Memanfaatkan adanya jaringan binaan Bulog dan toko binaan Bulog di pasar. Sampai dengan hari ini. Untuk operasi pasar kita tawarkan juga beras komersil selain beras CBP,” tuturnya. (sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER